Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Ganjar Minta Surveillance Covid-19 Lebih Sering, Taj Yasin: PMI Siaga Plasma Konvalesen

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah bersiaga

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat melakukan pemantauan donor plasma konvalesen di PMI UDD Banyumas, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah bersiaga menyiapkan stok Plasma Konvalesen sebagai antisipasi kasus Covid-19 anak di Jateng.

Menurutnya, hingga saat ini stok Plasma Konvalesen di Jawa Tengah masih mencukupi jika dibutuhkan. Berdasar catatannya, stok Plasma Konvalesen di Jawa Tengah sampai 26 September 2021, mencapai sekitar 1.109 kantong.

Namun jika perlu, lanjutnya, seluruh penyintas diminta secara sukarela agar mau mendonorkan plasma konvalesen sebagai tambahan.

"Kita harus berjaga-jaga. Jangan sampai kasusnya tinggi, kebutuhan (Plasma Konvalesen) meningkat, kita kehabisan stok. Kita pelajari yang gelombang kemarin (Juni) itu bagaimana, dan harus kita antisipasi. Kalau perlu Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) harus kita gencarkan lagi," kata Taj Yasin, dalam keterangannya, Rabu (29/9/2021).

Taj Yasin menambahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,  juga meminta kepada seluruh pihak untuk meningkatkan surveilans terhadap penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah.

Hal ini menyusul adanya data bahwa Jawa Tengah jadi salah satu provinsi di Indonesia dengan kasus anak terkonfirmasi covid terbanyak.

Dia sepakat dengan Gubernur bahwa apabila surveilan yang dilakukan tinggi dan lebih sering, maka kondisi riil dapat diketahui secara lebih cepat.

"Maka kalau lebih cepat diketahui kondisi riilnya, datanya sudah kita dapat, maka penanganannya bisa lebih teliti. Plasma Konvalesen sebagai salah satu metode pemulihan pasien Covid-19, harus kita jaga stoknya, jangan sampai kurang," jelas dia.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo meminta pengawasan terhadap penyebaran Covid-19 tidak boleh berhenti. Dia menilai semakin sering pengawasan dilakukan akan semakin bagus (riil) data yang didapatkan.

"Surveilannya nggak boleh berhenti. Nggak usah takut tertinggi atau terendah yang penting surveilannya dilakukan dengan ketat," kata Ganjar.

Sebagai informasi, berdasarkan studi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terdapat 10 daerah di Indonesia dengan kasus anak terkonfirmasi covid terbanyak.

Yaitu Jawa Barat, Riau, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, DIY, dan Papua. (Nal)

Baca juga: Disdikbud Karanganyar Perluas Simulasi dan PTM Terbatas, Per Desa Satu PAUD dan SD

Baca juga: Jelang PSIS vs Madura United, Hari Nur CS Kembali ke Puncak Klasemen BRI Liga 1 Jika Hal Ini Terjadi

Baca juga: Ganjel Truk Tronton Lepas, Dua Orang Tewas, Berikut Kronologi Kecelakaan Maut Truk vs 7 Kendaraan

Baca juga: Link Live Streaming Liga Champions Malam Ini, Ada Juventus vs Chelsea, Man United vs Villareal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved