Breaking News:

Berita Sragen

Kasus Covid-19 Terus Turun, Bupati Sragen Belum Izinkan Hajatan Berskala Besar

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak izinkan penyelenggaraan hajatan secara besar-besaran maupun penyelenggaraan konser musik.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak izinkan penyelenggaraan hajatan secara besar-besaran maupun penyelenggaraan konser musik.

Meskipun mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat untuk mengizinkan penyelenggaraan hajatan secara besar-besaran maupun konser musik, Bupati Yuni memilih tidak.

"Saya kok engga berani ya, meskipun sudah untuk di tingkat nasional. Saat ini Sragen PPKM Level 3 masih sama hajatan dibatasi hanya 20 tamu," kata Bupati Yuni kepada Tribunjateng.com.

Kendati masih dibatasi, Yuni mengaku mendapatkan laporan terjadi penyimpangan atau pelanggaran di sejumlah tempat. Hal ini menjadi komitmen satgas untuk mendisiplinkan.

Penyelenggara hajatan di tengah masyarakat dikatakan Yuni saat ini tidak sebanyak prediksi. Dirinya mengira masyarakat masih banyak yang patuh untuk menunda hajatan.

Varian Baru Covid-19

Adanya varian baru Covid-19 seperti lambda hingga mu dimungkinkan menjadi gelombang ketiga Covid-19. Ditambah akan ada even besar seperti Natal dan tahun baru.

"Varian baru untuk gelombang ketiga bisa jadi terjadi, apalagi setiap ada event besar pasti ada kenaikan gelombang, Desember Januari kegiatan masyarakat meningkat."

"Dengan adanya nataru kemudian libur akhir semester anak-anak, dan tempat pariwisata secara bertahap dibuka sehingga harus tetap hati-hati," terangnya.

Sejumlah kemungkinan inilah yang membuatnya belum membuka pariwisata di Sragen. Selain itu dirinya juga belum berniat membuka Night Market Sukowati (Nimas) meskipun telah didesak para pedagang.

Menurutnya jika Nimas dibuka akan beresiko tinggi terjadinya kerumunan dan ditakutkan menjadi tempat persebaran Covid-19.

"Saya juga masih berpikir-pikir membuka nimas meskipun banyak desakan dari pedagang yang mengeluhkan belum bisa jualan."

"Silahkan jualan ditempat yang strategis, ditempat mereka kalau nimas resikonya besar, kalau membuka warung sendiri kan kita tidak larang," katanya.

Meskipun kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen terus mengalami penurunan setiap harinya, dirinya tidak mengambil kebijakan yang terburu-buru. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved