Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kericuhan di Lapas Pontianak, Tiga Sipir Disandera Narapidana, Kanwilkumham Kalbar Angkat Bicara

Tiga petugas sipir Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak disebut disandera warga binaan.

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA)
Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ricuh, Selasa (28/9/2021) sore. Kericuhan bermula dari petugas tengah melakukan razia handphone milik warga binaan. 

TRIBUNJATENG.COM, PONTIANAK - Tiga petugas sipir Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak disebut disandera warga binaan.

Peristiwa itu terjadi saat ada kericuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar Eka Jaka Riswantara angkat bicara terkait hal itu.

Ia mengatakan, ketiga sipir tersebut terjebak kerumunan warga binaan yang protes.

Baca juga: Diserang Beruang Madu, Kakek 67 Tahun Selamat Setelah Melawan dengan Kaleng Cat

Baca juga: Sementara, Taliban Akan Adopsi Konstitusi Monarki 1964 Raja Mohammad Zahir Shah

Baca juga: Prediksi Line Up Indonesia vs Denmark di Sudirman Cup, Ada Greysia/Apriyani, dan Ahsan/Hendra

"Jadi, bukan disandera. Namun, ada petugas blok yang terjebak, dan tidak ada penganiayaan."

"Bahkan, yang mengantar petugas itu warga binaan itu sendiri," kata Eka kepada wartawan, Selasa (28/9/2021) malam.

Eka menjelaskan, sejumlah fasilitas yang disediakan dirusak warga binaan, yakni meja, kursi, warung telepon dan kamera pengawas.

"Kejadian ini bermula dari adanya kegiatan razia rutin dilakukan petugas."

"Hasil rajia tersebut, ditemukan sejumlah handpone. Mereka tidak tidak terima, lalu protes," terang Eka.

Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ricuh, Selasa (28/9/2021) sore.

Kericuhan bermula dari petugas tengah melakukan razia handphone milik warga binaan sekitar pukul 16.00 WIB di blok melati dan blok mawar.

Kericuhan berlangsung hampir satu setengah jam.

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold Hendra Josef Kumontoy menegaskan, saat kericuhan terjadi tak ada insiden penyanderaan petugas lapas oleh warga binaan.

"Suasana sudah kondusif. Tidak ada penganiayaan dan bukan disandera lebih tepat diblokade jalannya," jelas Jerrold.

Baca juga: Ada 13.000 Senjata Nuklir di Dunia, Indonesia di Sidang PBB: Pemusnahan Adalah Satu-satunya Cara

Baca juga: Ganjar Minta Surveillance Covid-19 Lebih Sering, Wagub Taj Yasin: PMI Siaga Plasma Konvalesen

Baca juga: 21 Staf WHO Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Republik Kongo Selama Penanganan Wabah Ebola

Jerrold melanjutkan, saat ini telah dikerahkan personel Samapta Polres Kubu Raya untuk membantu pengamanan.

"Data ada berapa anggota yang backup saya belum tahu," ujar Jerrold.

Informasi yang berhasil dihimpun, kericuhan yang melibatkan puluhan warga binaan ini dengan membakar barang-barang di sekitar blok sambil teriak-teriak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ricuh Lapas Perempuan Pontianak Berujung Sandera 3 Sipir, Ini Faktanya"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved