Breaking News:

OPINI

OPINI dr. Indra Adi Susianto, SpOG, MSi.Med : Pentingnya Dokter Keluarga di Era Normal Baru

TERWUJUDNYA keadaan sehat tidak hanya keinginan individu, tetapi juga oleh seluruh keluarga dan masyarakat.

Istimewa
ilustrasi dokter 

Pentingnya Dokter Keluarga di Era Normal Baru

Oleh : dr. Indra Adi Susianto, SpOG, MSi.Med

Dekan Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata

TERWUJUDNYA keadaan sehat tidak hanya keinginan individu, tetapi juga oleh seluruh keluarga dan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sehat adalah keadaan sejahtera baik badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi sesuai UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan.

Dalam forum Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat, 17 September 2021, Presiden Joko Widodo memastikan kondisi pengendalian angka penularan Covid-19 di Indonesia sudah membaik. Kasus harian turun dari puncaknya pada 15 Juli lalu di angka 56 ribu menjadi 2.500 kasus per hari pada 13 September.

Penurunan persentase kasus harian sebesar 13,6% kasus harian per 1 juta, jauh di bawah negara tetangga Asean. Meski angka penularan sudah menurun, Presiden meminta masyarakat untuk terus waspada dan mulai belajar hidup berdampingan dengan virus corona.

Dalam kondisi kita harus berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19, maka keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat membutuhkan kiat khusus untuk mempertahankan keutuhan unit keluarga dengan daya tahan jangka panjang. Daya tahan ini dalam psikologi disebut dengan istilah ‘resiliensi’.

Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 membuat masyarakat dihadapkan pada perubahan berbagai tatanan kehidupan yang tak terduga sehingga seringkali tidak memiliki langkah antisipatif.

Kita semua dipaksa untuk beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran dan penularan virus yang menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan kesehatan baik fisik maupun mental sehingga berefek pada perilaku tidak produktif.

Keluarga yang resilien atau berdaya tahan lebih akan merespon secara positif segala kesulitan melalui cara-cara tertentu, sesuai konteks, tingkat permasalahan, kombinasi interaktif antara faktor-faktor risiko dan protektif yang dimiliki, serta dengan mempertimbangkan sudut pandang seluruh anggota keluarga. Resiliensi di masa pandemi ini juga dapat diartikan atau diterjemahkan sebagai kemampuan umum yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan baik dari internal maupun eksternal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved