Breaking News:

Berita Purbalingga

Bea Cukai Purwokerto Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Dongkrak Penerimaan Negara

Peredaran rokok ilegal mempengaruhi pemasukan negara dari cukai yang bocor. Pemasukan cukai negara Rp 173,4 T termasuk dari cukai rokok legal.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Penyuluhan kantor Bea Cukai Purwokerto terkait Gempur Rokok Ilegal di Gedung Andrawina komplek Hotel Owabong, Purbalingga, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Peredaran rokok ilegal mempengaruhi pemasukan negara dari cukai yang bocor.

Hal tersebut disampaikan Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan kantor Bea Cukai Purwokerto Erwan Saipun Kholik, saat memberikan materi sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Gedung Andrawina komplek Hotel Owabong, Kamis (30/9/2021).

Erwan mengatakan, pemasukan cukai negara berada di angka Rp 173, 4 T termasuk dari cukai rokok yang beredar secara resmi atau legal.

Baca juga: Hendi Bertemu Dubes Belanda, Bahas Masalah Penurunan Muka Tanah

Baca juga: Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar Satu Pekan Silam, Belum Bisa Direvitalisasi Hingga Tahun Depan

Baca juga: Media Gamelan Mengoiptimalkan Pembelajaran Getaran dan Gelombang

Menurutnya, penerimaan tersebut akan dikembalikan kepada daerah sebesar 2 persen untuk berbagai hal yang bermanfaat. 

Sehingga ketika ada peredaran rokok ilegal yang tidak membayar cukai maka penerimaan akan berkurang.

"Kalau peredaran rokok ilegal tidak dicegah maka itu akan berdampak pada penerimaan negara yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat," ungkapnya.

Dirinya menegaskan, cukai rokok yang meningkat yang diikuti dengan naiknya harga rokok dimaksudkan untuk mengendalikan konsumsi masyarakat akan rokok.

Cukai rokok yang diberikan para perokok untuk tiap batang Rp 800 untuk rokok kategori biasa dan Rp 900 untuk kategori rokok putih.

"Saat ini perokok di Indonesia mencapai 33,8 persen dari jumlah penduduk.

Naiknya cukai yang diikuti dengan harga rokok adalah ikhtiar untuk mengendalikan konsumsi dan kami targetkan menjadi 33,2 persen," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved