Breaking News:

Berita Pelabuhan

DPC Organda Pelabuhan Tanjung Emas Siap Dukung Program NLE

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang siap mendukung implementasi program National Logistic Ecosystem

eka yulianti
Organda Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menggelar rapat pengurus tahunan, di Rooms Inc Hotel, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang siap mendukung implementasi program National Logistic Ecosystem (NLE) di Pelabuhan Tanjung Emas.

Ketua DPC Organda Pelabuhan Tanjung Emas, Purwo Widodo mengatakan, NLE merupakan program pemerintah dalam memonitor dan mengawasi arus keluar masuk barang ekspor dan impor. Ini berlaku bagi seluruh pengusaha logistik di Indonesia, termasuk di Kota Semarang.

Menurutnya, NLE tidak mengubah sistem kerja melainkan hanya mengubah sistem yang semula berbasis paper menjadi berbasia digital. Ini justru dalam rangka mempermudah dan membuat simpel proses keluar masuk barang karena sistem terintegrasi.

"Di NLE semua terintegrasi. Tinggal diklik nanti pengurusan di pelayaran, di pintu keluar, sudah disitu (NLE) semua. Operator tidak dibingungkan lagi. Tinggal diklik semua dokumen siap," terang Purwo saat rapat pengurus tahunan Organda Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, di Rooms Inc Hotel, Kamis (30/9/2021).

Mendukung hal itu, pihaknya akan mempersiapkan data base seluruh anggota. Anggota Organda Pelabuhan Tanjung Emas sekitar 200 perusahaan dengan total 3.000 unit armada. Ini tentu perlu dipersiapkan dengan baik agar implementasi NLE berjalan baik. Dokumen unit akan dimasukan ke dalam sistem.

Menurutnya, sistem NLE hampir mirip seperti ojek online. Bedaya, NLE bisa close maupun open market. Cargo owner bisa memesan truk melalui NLE atau platform. Keduanya terkoneksi untuk membuat lebih simpel.

"Platform ada beberapa penyedia, ada sekitar 20 platform. Tinggal kita milih yang membuat kerjasama nyaman," tambahnya.

Karena ini program baru, sambung Purwo, tentu perlu dilakhkan uji coba. Apalago, Tanjung Emas biasanya menjadi project point. Rencananya, penerapan NLE ini akan dilaksanakan pada 2022.

Saat ini, pihaknya masih menyosialisasikan kepada seluruh anggota. Sosialisasi menjadi hak yang sangat penting mengingat tidak semua orang memahami teknologi.

"Banyak angkutan yang gaptek," ujarnya. (eyf)

Baca juga: PDIP dan PKS Tolak Masa Kampanye saat Ramadan

Baca juga: Ada 20 Paket Kegiatan Infrastruktur Senilai Rp 240 Miliar di Banjarnegara, November Ditarget Rampung

Baca juga: Wacana 56 pegawai KPK nonaktif ke Polri, Mahfud MD: Tidak Dijadikan Penyidik

Baca juga: Tiga Karyawan Tempat Pijat Semarang Keracunan, Diduga dari Asap Jenset

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved