Breaking News:

Berita Batang

Nelayan Batang Keluhkan Kenaikan PNBP yang Tak Rasional Pada Bupati Wihaji

Perwakilan nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang beraudiensi dengan Bupati Wihaji

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Perwakilan nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang beraudiensi dengan Bupati Wihaji terkait penolakan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kantor Bupati, Kamis (30/9/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Perwakilan nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang beraudiensi dengan Bupati Wihaji terkait penolakan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Bupati Batang Wihaji mengatakan audiensi bersama nelayan tersebut mengenai suasana kebatinan mereka, khususnua pengusaha-pengusaha tentang PP 85/2021 dan PP 86/2021 tentang PNBP dan harga patokan ikan.

"Laporan yang saya terima, jika kedua aturan itu diterapkan maka ada kenaikan pembayaran PNBP hingga 400 persen, menurut nelayan hal itu kurang rasional," tuturnya usai audiensi, Kamis (30/9/2021).

Wihaji mengatakan bahwa ia akan menyampaikan aspirasi itu langsung pada presiden, ketua DPR RI dan menteri KKP. 

Dan berharap ada solusi terkait keluhan nelayan tersebut.

"Tadi ada diskusi kecil kalau kenaikannya 50 persen atau maksimal 100 persen masih bisa masuk," ujarnya.

Menurut nelayan, lanjut dia kenaikan itu memberatkan ongkos produksi perikanan dan jika diterapkan maka para nelayan belum untung.

"Untuk para nelayan mohon sabar, dan saya mengapresiasi karena para nelayan menyampaikan aspirasi dengan cara baik," imbuhnya.

Ketua DPC HNSI Batang Teguh Tarmujo mengatakan pihaknya berharap Bupati menyampaikan aspirasi nelayan ke Presiden dan Kementrian KKP.

Karena kenaikan 400 persen tidak masuk akal sehat, menurutnya kenaikan sebesar itu bisa mematikan usaha perikanan.

"Harapannya, segera ada revisi, kalau kenaikan 50 persen hingga 100 masih manusiawi, saya percaya Bupati Batang bisa menyampaikan aspirasi ini," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved