Breaking News:

Berita Karanganyar

OJK Kunjungi Karanganyar, Petani Minta Jaminan Pasar Pasca Panen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kunjungan ekosistem pembiayaan KUR klaster sektor pertanian.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wiboh Santoso melihat hasil produksi Koperasi Bumi Intanpari di Desa Brujul Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, Kamis (30/9/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kunjungan ekosistem pembiayaan KUR klaster sektor pertanian di wilayah Desa Brujul Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, Kamis (30/9/2021).

Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK, Wiboh Santoso, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan pihak perbankan. 

Dalam kesempatan itu, Wiboh sempat berdialog dengan perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tergabung dalam korporasi pertanian guna menyerap kendala dan masukan dari para petani. 

Dalam sesi dialog, petani Hartono meminta kepada OJK supaya ada jaminan pasar atau harga jual gabah dan beras yang menguntungkan bagi para petani pasca panen.

"Dengan sarana produksi (saprodi) yang terjangkau yang penting harga beras bisa Rp 15 ribu per kg. Intinya ada jaminan pasar yang menguntungkan," katanya.

Dia menuturkan, harga jual beras di tingkat petani pasca panen maksimal Rp 8 ribu per Kg.

Sedangkan harga jual gabah Rp 4,2 ribu per Kg.

Menurutnya, dengan harga jual tersebut tentu tidak menguntungkan bagi para petani.

Hartono tidak mempermasalahkan soal adanya subsidi saprodi dari pemerintah, asalkan ada jaminan pasar pasca panen bagi para petani. 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wiboh Santoso menuturkan, ada beberapa kendala yang disampaikan oleh para petani seperti mengenai harga pembelian hasil pertanian yang terkadang kurang bisa berpihak kepada para petani. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved