Breaking News:

Berita Sragen

Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar Satu Pekan Silam, Belum Bisa Direvitalisasi Hingga Tahun Depan

Pasar Janglot yang berada di Dukuh Katelan, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen yang terbakar, Sabtu (25/9/2021) kemarin belum bisa direvitalisasi.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Puing-puing bangunan di Pasar Janglot Tangen Sragen yang terbakar, Sabtu (25/9/2021) silam 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pasar Janglot yang berada di Dukuh Katelan, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen yang terbakar, Sabtu (25/9/2021) kemarin belum bisa direvitalisasi hingga tahun depan.

Hal ini dikarenakan Pemkab Sragen belum memasukkan anggaran revitalisasi Pasar Janglot dalam anggaran perubahan 2022 untuk digedok DPRD.

"Belum bisa (revitalisasi Pasar Janglot) kita belum bisa masukkan anggaran, kalau memang dimasukkan anggarannya harus dibahas untuk anggaran perubahan 2022," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Baca juga: Dinsos P3AP2KB Kudus Ingatkan 147 E-warong Salurkan Bantuan Sembako Sesuai Regulasi

Baca juga: Olivia Putri Nia Daniaty Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan Penipuan Loloskan CPNS

Baca juga: Manfaat Vitamin Sebagai Pencegah Infeksi Covid-19

Bupati Sragen mengaku pihaknya berencana akan melakukan revitalisasi total, mengingat Pasar Janglot tersebut sudah lama sekali tidak direvitalisasi.

"Pasarnya umpek, kurang sehat, pedagang oprokan juga banyak sekali. Kejadian kemarin (kebakaran) menjadi kesempatan untuk menata," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto membenarkan tidak ada revitalisasi Pasar Janglot pada 2021-2022.

Kendati demikian, Tedi mengatakan pihaknya akan membuat Detail Engineering Design (DED) atau produk perencanaan (detail gambar kerja) yang dibuat konsultan perencana untuk pekerjaan bangunan sipil.

"Revitalisasi mungkin di anggaran tahun 2021-2022 tidak ada, namun kami membuat DED terlebih dahulu sehingga nanti kami bisa minta dana entah DAK, TP atau apapun ke pusat," kata Tedi.

Bangunan Sejak 1994

Tedi mengatakan Pasar Janglot memang tidak pernah direvitalisasi. Seingatnya, pasar tersebut terakhir dibangun pada 1994 silam. Jika revitalisasi, tentu akan revitalisasi total.

Pasar Janglot, dikatakan Tedi tidak sepenuhnya milik Disperindag Sragen. Didalamnya terdapat, tanah kas desa, pasar hewan dan terlalu dekat dengan SMP.

Karena dekat dengan SMP inilah, dikatannya akan menjadi kajian tersendiri oleh pihaknya apakah Pasar Janglot akan tetap berada disitu atau akan pindah tempat.

"Disana ada tanah kas desa, pasar hewan, kios di depan juga punya desa, kita hanya di dalam pasar saja. Kita juga berhimpitan dengan SMP yang katanya terganggu apabila ada pasar, makanya masih menjadi kajian kami apakah tetap disitu atau direlokasi masih kita kaji," terangnya.

Baca juga: Tinjau Tes Seleksi CASN di Solo, Bupati Kudus HM Hartopo Tekankan Pentingnya Percaya Diri

Baca juga: Wali Kota Hendi Bertemu Dubes Belanda, Bahas Penanganan Masalah Penurunan Muka Tanah di Semarang

Baca juga: Rekaman CCTV Pukul Jonathan Frizzy Sambil Pegang Barbel Bocor, Dhena Devanka Sebut Suami Selingkuh

Dalam Pasar Janglot sendiri terdapat 570-an pedagang. Belum termasuk pedagang di Pasar Hewan yang bersebalahan dengan Pasar Janglot maupun kios yang berada di depan pasar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved