Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Dian Ajak Tokoh Agama Rawat Kerukunan di Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengajak tokoh agama untuk merawat kerukunan di masyarakat. tokoh agama memiliki peran vital dalam menjaga kebersamaan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB JEPARA
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat menghadiri Group Discussion (FDG) Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jepara dan Bakesbangpol Propinsi Jawa Tengah di Hotel Sekuro Village, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi mengajak tokoh agama untuk merawat kerukunan di masyarakat.

Menurutnya, tokoh agama memiliki peran vital dalam menjaga kebersamaan dan keutuhan umat.

Untuk itu, perilaku yang gampang menyebar ujaran kebencian atau menyinggung orang lain sepatutnya dihindari.

“Para tokoh agama juga perlu menanamkan nilai universal agama yang punya kesamaan antara satu dengan lainnya,” kata Dian Kristiandi saat menghadiri Group Discussion (FDG) Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jepara dan Bakesbangpol Propinsi Jawa Tengah di Hotel Sekuro Village, Jumat (1/10/2021).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbangpol Propinsi Jawa Tengah Haerudin yang mewakili Gubernur Jawa  Tengah.

Ketua FKUB Jateng KH. Taslim Syahlan, Kapolres Jepara AKBP Warsono, Ketua FKUB Jepara KH. Mashudi serta pengurus FKUB Jepara dan para tokoh lintas agama.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Jepara ini  mengatakan yang harus dilakukan semua elemen masyarakat untuk mengaha persatuan dan kesatuan adalah terus memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Andi itu menjabarkan, keberagaman yang sudah ada di negara Indonesia seharusnya mampi menjadikan kita bangsa yang kuat.

“Keberagaman yang dimiliki sejatinya merupakan modal dasar yang luar biasa besar yang dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia.

Untuk itu forum silaturahmi untuk merawat kebhinekaan seperti ini merupakan salah satu cara memperkokoh persatuan dan kesatuan,” kata Andi.

“Ini juga menjadi bekal bagi generasi penerus dan dapat menjadi benteng yang kuat bagi pertahanan nasional,” imbuhnya.

Saat ini, tutur Andi, dampak negatif dari laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi adalah maraknya hoaks serta isu intoleransi  yang dapat memecah belah persatuan bangsa. 

Baca juga: Manny Pacquiao, Mantan Juara Dunia Tinju Resmi Mendaftar Online Calon Presiden Filipina

Baca juga: Makam Sunan Kalijaga di Demak Didatangi Peziarah Capai 5 Ribuan Orang, Kali Pertama Selama Pandemi

Baca juga: Metode STAD Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi

Menurutnya, media sosial yang harusnya mendekatkan jarak, justru digunakan untuk mengumbar ujaran kebencian serta perundungan kepada yang berbeda pandangan.

“Belum lagi isu sensitif terkait radikalisme juga mengemuka. Kita tentu sepakat jika radikalisme dan intoleransi adalah musuh kita bersama. Oleh karenanya perlu gerakan bersama agar tercipta toleransi dan harmoni demi terwujudnya tri kerukunan umat beragama,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved