Berita Banjarnegara

Desain Logo Baru Kabupaten Banjarnegara Dikaitkan Partai Politik: Pohon Beringin Lambang Sila Ketiga

Desain logo Kabupaten Banjarnegara dikaitkan dengan partai politik pohon beringin.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Rapat DPRD Banjarnegara membahas logo Kabupaten Banjarnegara. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Wacana perubahan logo atau lambang daerah Kabupaten Banjarnegara mengemuka di tengah suasana Pandemi Covid 19 yang masih melanda.

DPRD Banjarnegara bahkan telah membahas rencana perubahan lambang daerah dalam rapat yang mengundang stakeholder. 

Draft logo baru Kabupaten Banjarnegara itu pun telah beredar di media sosial hingga menuai kontroversi di masyarakat. 

Perbandingan logo lama dan draft logo baru Kabupaten Banjarnegara.
Perbandingan logo lama dan draft logo baru Kabupaten Banjarnegara. (istimewa)

Gambar pohon beringin pada lambang daerah Kabupaten Banjarnegara, berganti menjadi gambar Candi Arjuna Dieng pada draft logo yang baru. 

Ilmuwan dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Tuswadi menepis anggapan simbol pohon beringin pada logo Kabupaten Banjarnegara identik dengan partai politik tertentu.  

Masyarakat awam pun tahu, Pohon Beringin menjadi salah satu lambang Pancasila, yakni Sila ke 3 Persatuan Indonesia. 

Gambar Pohon Beringin pada logo Kabupaten Banjarnegara justru kental dengan nuansa Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Pohon Beringin yang memiliki akar kuat menunjukkan persatuan Indonesia. 

Tak ayal, karena maknanya yang mendalam, Beringin dijadikan lambang Sila ke 3 Pancasila. 

Begitupun simbol atau gambar lain pada Logo Kabupaten Banjarnegara yang masing-masing punya makna filosofis tersendiri. 

"Substansi gambar-gambar yang terdapat di lambing daerah sangat kental dengan nuansa Pancasila dan NKRI yang menjadi pemersatu seluruh bangsa Indonesia, termasuk rakyat Banjarnegara, " katanya, Jumat (1/10/2021).

Tuswadi mengatakan, lambang daerah dan semboyan daerah mengandung nilai historis sehingga tidak boleh diubah semaunya sendiri.

Terlebih jika alasannya hanya untuk mengikuti tren di tengah masyarakat.

Para tokoh Banjarnegara yang terlibat dalam penentuan lambang daerah Banjarnegara, kata Tus, pastilah orang-orang terdidik dan berpengalaman dalam sejarah NKRI. 

Mereka juga memiliki komitmen yang kuat untuk tidak mempermainkan kepentingan satu golongan ke dalam gambar-gambar yang ada di lambang daerah.

Ia pun menegaskan lambang daerah tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan politik satu golongan.

Sebab akan berbahaya bagi persatuan dan kesatuan rakyat Banjarnegara.

Lambang Pohon Beringin pada Pancasila juga lahir jauh lebih lama dari partai berlambang sama. 

"Lambang pohon beringin di Pancasila sudah lahir sekian lama, jangan disandingkan dengan pohon di lambang partai, " katanya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved