Breaking News:

Cyber Crime

Kasus Penipuan E-mail Bisnis Libatkan 4 Pelaku Asal Indonesia Bobol Perusahaan Taiwan

Penyidik Bareskrim Polri menyita duit Rp 29 miliar dan 90 buku tabungan dari berbagai bank dalam kasus penipuan dengan skema BEC.

Editor: moh anhar
Google Playstore
ILUSTRASI: Dong Bao Aplikasi Penghasil Uang, Baca Berita Dapat Rp 500 Ribu 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perusahaan asal Taiwan dan Korea Selatan, yaitu Simwoon dan White Wood House Food dirugikan dengan adanya aktivitas penipuan, yang menyeret 4 pelaku asal Indonesia.   

Penyidik Bareskrim Polri menyita duit Rp 29 miliar dan 90 buku tabungan dari berbagai bank dalam kasus penipuan dengan skema business e-mail compromise (BEC).

"Barang bukti yang kami sita yaitu uang tunai Rp 29 miliar, 3 unit ponsel, 90 buku tabungan dari berbagai bank, paspor para tersangka, 4 kartu ATM, 9 buku cek dari perbankan," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suheri di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Istri Rugi Rp 300 Juta, LK Suami Wonogiri Nekat Tusuk Ayah Bos Arisan Online Hingga Meninggal

Baca juga: Kembali Dipercaya Pimpin Partai Demokrat Pati, Joni Kurnianto: Kerja untuk Masyarakat Dulu

Baca juga: BEM dan Maba UPGRIS Raih Rekor MURI Bagi-bagi Hand Sanitizer Non-Alkohol Terbanyak

Ada pula barang bukti berupa 1 unit sepeda motor, 3 KTP tersangka, 1 NPWP tersangka, surat izin usaha, cap perusahaan, akta notaris pendirian perusahaan, bukti pengembalian dana dari bank, dan bukti transaksi penukaran mata uang asing.

Sementara itu, tersangka yang berhasil ditangkap polisi sampai saat ini adalah CT, NTS, YH, dan SA.

"Tersangka yang sudah kami tangkap empat orang," ucap Asep.

Asep mengatakan, modus para pelaku, yaitu berpura-pura menjadi mitra perusahaan SW dan WHF sehingga terjadi suatu transaksi keuangan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016; Pasal Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU; Pasal 82, Pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana; dan Pasal 378 KUHP.

"Praktik penipuan ditujukan kepada manajer keuangan atau bagian keuangan. Mereka masuk ke dalam e-mail kedua perusahaan dengan mengganti data atau identitas sehingga terjadi komunikasi. Dengan demikian, bisa terjadi suatu transfer dana dari satu perusahaan ke perusahaan yang dikira adalah perusahaan mitranya," ujarnya. (*)

Artikel Ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul  "Kasus Penipuan E-mail Bisnis, Bareskrim Sita Rp 29 Miliar dan 90 Buku Tabungan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved