Breaking News:

Guru Berkarya

Kuasai Materi Pecahan dengan Pendekatan Matematika Realistik

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang punya andil besar untuk mendapatkan sumber daya manusia yang handal.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Hartini SPd, SDN 1 Bategede Kec Nalumsari Jepara 

Oleh: Hartini SPd, SDN 1 Bategede Kec Nalumsari Jepara

MATEMATIKA merupakan mata pelajaran dasar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, karena penguasaan siswa terhadap mata pelajaran matematika sangat penting . Menurut Sumarno (2012:87), Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang punya andil besar untuk mendapatkan sumber daya manusia yang handal agar dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, di samping penguasaan terhadap mata pelajaran lainnya.

Salah satu materi pada bab dua yang dipelajari oleh siswa kelas 5 adalah operasi bilangan pecahan. Materi ini terdapat pada KD.3.2 Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan dua pecahan dengan penyebut berbeda dan KD 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dua pecahan dengan penyebut berbeda.

Permasalahan inti dalam pembelajaran matematika selama ini adalah bagaimana agar pembelajaran dan penyajian konsep matematika berkesan dan menyenangkan bagi peserta didik, namun tidak terlepas dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil Penilaian Harian yang diperoleh siswa masih jauh dari yang diharapkan. Maka dalam hal ini perlu adanya pendekatan yang bisa membantu para siswa dalam memahami materi operasi bilangan pecahan.

Menurut Soejadi (2002:49), pendekatan Matematika Realistik (MR) pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara tepat guna. Ada beberapa langkah pembelajaran pendekatan matematika realistik menurut Nyimas Aisyah, dkk (2007:27).

Pertama, Persiapan  yaitu menentukan masalah kontekstual yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan dan mempersiapkan model atau alat peraga yang dibutuhkan. Kedua, Pembukaan  dengan memperkenalkan masalah kontekstual kepada siswa dan meminta siswa menyelesikan masalah dengan cara mereka sendiri.

Ketiga, Proses Pembelajaran  yakni mempersiapkan kegiatan siswa baik secara individu ataupun kelompok, memberi bantuan jika diperlukan, memberi kesempatan kepada siswa untuk menyajikan hasil kerja mereka dan mengomentari hasil kerja temannya, mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik untk menyelesaikan masalah, serta mengarahkan siswa untuk menentukan aturan atau prinsip yang bersifat umum. Keempat, Penutup  dengan mengajak siswa menarik kesimpulan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari dan memberi evaluasi berupa soal matematika dan pekerjaan rumah).

Keberhasilan suatu proses pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar siswa. Ada tiga aspek yang dapat terukur pada hasil belajar yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

Aspek kognitif biasanya diukur dengan menggunakan tes hasil belajar baik kuis, ujian tengah semester, ulangan harian, atau tes akhir. Berdasarkan hasil rata rata nilai yang didapat pada Penilaian Harian KD.3.2 dan 4.2 tentang operasi bilangan cacah dapat disimpulkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN Bategede Nalumsari Kabupaten Jepara, khususnya pada materi operasi bilangan pecahan.

Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil belajar siswa yang mencapai persentase ketuntasan 89%. Dengan rata-rata nilai kelas 83,25 dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional yang hanya mampu mencapai ketuntasan sebesar 40 % dari keseluruhan siswa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved