Breaking News:

69,5% UMKM Belum Terima Kredit, Potensi Pembiayaan Masih Besar

sebanyak 69,5 persen UMKM belum menerima kredit. Dari jumlah itu, sebanyak 43,1 persen sebenarnya membutuhkan kredit atau senilai Rp 1.605 triliun.

Editor: Vito
KONTAN/Baihaki
ILUSTRASI - Pelayanan Kredit di Bank Rakyat Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut potensi pembiayaan UMKM masih sangat besar. Partisipasi bank dalam mendukung sektor itupun terus didorong.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung mengatakan, aturan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) ditujukan untuk mereformasi kebijakan rasio UMKM yang sudah diterbitkan pada 2015. Aturan ini diharapkan mendorong ekosistem UMKM.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung mengatakan, total pembiayaan UMKM per Juni 2021 baru mencapai Rp 1.135 triliun, atau 20,51 persen dari total kredit perbankan.

Sementara berdasarkan hasil survei BI, sebanyak 69,5 persen UMKM belum menerima kredit. Dari jumlah itu, sebanyak 43,1 persen sebenarnya membutuhkan kredit atau senilai Rp 1.605 triliun.

Untuk mendorong pembiayaan UMKM inilah BI menerbitkan aturan RPIM. Dengan aturan itu, perbankan yang tidak memiliki keahlian dalam pembiayaan UMKM secara langsung diberi opsi untuk turut serta mendukung UMKM.

"Jadi potensi demand kredit masih sangat besar. Kalau bank tidak memiliki exspertise melakukan pembiayaan langsung ke UMKM, dengan aturan RPIM ini ada opsi lain. Bank bisa menyalurkan kredit lewat mitra seperti fintech atau membeli surat berharga pembiayaan inklusif (SBPI) yang underlying-nya pembiayaan UMKM," jelasnya, dalam konferensi pers, Jumat (3/9).

Pembiayaan inklusif dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya UMKM, tetapi juga korporasi UMKM, dan perorangan berpenghasilan rendah (PBR).

Perbankan harus memenuhi RPIM 20 persen per Juni 2022, lalu 25 persen pada Juni 2023, dan 30 persen pada 2024.

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berkomitmen akan terus mendukung UMKM. Hingga Juni 2021, BNI telah menyalurkan kredit bagi UMKM sebesar Rp 117 triliun, atau 20,7 persen dari total kredit BNI.

"Sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong porsi kredit UMKM hingga 30 persen pada 2024, BNI berencana meningkatkan kontribusi kredit UMKM mencapai 22 persen pada 2022, kemudian 25,5 persen pada 2023, dan 30 persen pada 2024," jelas Bambang Setyatmojo, General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil-2 BNI, kepada Kontan.co.id.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved