Breaking News:

Berita Solo

Bakul Kain di PGS Curhat Omset Jeblok

Bakul kain di Pusat Grosir Solo atau PGS curhat omsetnya selama pandemi sangat mengecewakan.

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Pusat Grosir Solo atau PGS. 

Bakul kain di Pusat Grosir Solo (PGS) curhat.

David Effendy (68) salah satu pemilik kios yang menjual beraneka jenis pakaian bermotif batik di PGS.

Ia mengaku penjualannya merosot drastis sejak pandemi muncul di Indonesia hingga sekarang.

"Sejak ada Corona ini sepi banget, merosotnya jauh sekali. Padahal biasanya memasuki hari libur begini ramai," kata dia kepada TribunSolo, Minggu (3/10/2021).

David mengaku sudah 10 tahun lebih menjual beragam jenis pakaian bermotif batik di PGS.

Biasanya, kata David, memasuki akhir pekan seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu pengunjung di PGS luar biasa banyaknya.

Bahkan kebanyakan pengunjung dan pembeli berdatangan dari luar kota. Namun kala pandemi seperti ini, pengunjung disana menjadi sepi.

"Biasanya banyak bus pariwisata dari luar kota. Sekarang sepi, luar kota enggak ada yang masuk, hanya pengunjung lokal saja," keluh dia.

Saat disinggung berapa banyak penurunan penjualan yang dialami, David mengaku tak dapat merincinya. Yang jelas, ia mengaku bahwa penjualan menurun drastis.

Pantauan lapangan TribunSolo.com, kondisi PGS pada hari Minggu sekitar pukul 12.00 WIB, cukup ramai.

Namun menurut David, ramai pengunjung itu tak ada apa-apanya dibandingkan sebelum pandemi. (*)

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Pemilik Toko Batik di PGS Mengeluh Penghasilan Merosot: Sudah Tak Seramai Dulu

Tags
PGS
Solo
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved