Breaking News:

IHSG Awal Pekan Minim Sentimen, Diperkirakan Masih Melemah

pergerakan IHSG juga masih dibayangi kekhawatiran terhadap anggaran pemerintah Amerika Serikat, kebijakan tapering, dan tingkat inflasi.

Editor: Vito
Kompas.com/Garry Lotulung
Ilustrasi IHSG 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (4/10). Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu berada di zona merah, atau turun 0,92 persen, berada di level 6.228,845. 

Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG akan bergerak turun dengan support 1 di level 6.194 dan support 2 di 6.161. Sementara resistance 1 IHSG diperkirakan berada di level 6.268 dan resistance 2 di 6.309.

Menurut dia, secara teknikal, formasi candlestick membentuk bearish harami yang merupakan tanda pembalikan arah menjadi tren pelemahan.

"Secara fundamental, pergerakan IHSG juga masih dibayangi kekhawatiran terhadap anggaran pemerintah Amerika Serikat, kebijakan tapering, dan tingkat inflasi. Pergerakan di awal pekan juga diperkirakan minim sentimen," ucapnya, akhir pekan lalu.

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan pun melihat potensi bearish harami jika pelemahan IHSG berlanjut pada perdagangan Senin (4/10).

Oleh sebab itu, menurut dia, investor perlu mewaspadai level kritis IHSG di 6.200. "Hati-hati sinyal minor bearish reversal jika menembus 6.200 pada Senin," tuturnya.

Ia memprediksi, support IHSG esok hari berada di level 6.180 dengan resistance di 6.250. Meski demikian, Valdy menyatakan, IHSG masih akan ditopang sejumlah data ekonomi domestik yang mengindikasikan pemulihan aktivitas ekonomi, terutama di sisi suplai pada September lalu.

Pertama, indeks manufaktur Indonesia yang kembali ke atas level ekspansif, tepatnya di 52,2 pada September 2021. Kedua, tingkat inflasi meningkat ke 1,6 persen yoy, meski lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar 1,69 persen di September 2021. 

Adapun, posisi IHSG pada penutupan perdagangan Jumat lalu di level 6.228,845 secara keseluruhan selama sepekan lalu masih mengalami peningkatan 1,37 persen dari posisi 6.144,81 pada penutupan pekan sebelumnya.

"Investor asing pada akhir pekan lalu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 10,51 triliun, dan sepanjang 2021 mencatatkan beli bersih sebesar Rp 15,99 triliun," jelas Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda/Kontan/Nur Qolbi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved