Breaking News:

Guru Berkarya

Merangsang Kreativitas Menulis Menggunakan Kolaborasi Akun Pembelajaran

Berdasarkan permasalahan yang terjadi, kita dapat menggunakan Google Dokumen untuk pembelajaran.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Umi Azizah Fauzana SPd, Guru SDN Ngemplak Lor Kec Margoyoso Kab Pati 

Oleh: Umi Azizah Fauzana SPd, Guru SDN Ngemplak Lor Kec Margoyoso Kab Pati

MENULIS merupakan keterampilan dasar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bagi siswa SD, keterampilan menulis dimulai dari tahap menulis permulaan untuk siswa kelas satu dan dua. Kemudian dilanjutkan tahap menulis lanjutan untuk siswa kelas tiga sampai kelas enam.

Sebagai seorang guru yang mengajar kelas 5 di SDN Ngemplak Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, penulis menemui kendala saat memberikan materi pelajaran Bahasa Indonesia. Kendala tersebut yaitu siswa mengalami kesulitan menuangkan ide yang ada di pikirannya. Mereka juga kurang memiliki perbendaharaan kosakata

Selama masa pandemi, guru mengalami keterbatasan untuk mendampingi siswa-siswinya yang melaksanakan kegiatan BDR. Hal ini berdampak pada keterampilan menulis siswa yang mengalami penurunan kualitas. Merujuk pada KD 4.7 mapel Bahasa Indonesia: menyajikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri, penulis ingin meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan cara merangsang mereka untuk mengeluarkan ide kreatif yang ada di pikirannya.

Pada akhir 2020, pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud menerbitkan Akun Pembelajaran. Berdasarkan kutipan dari laman Kemendikbud, Akun Pembelajaran adalah akun elektronik yang memuat nama akun dan password yang diterbitkan oleh Kemendikbud dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengakses aplikasi pembelajaran elektronik. Akun pembelajaran memuat berbagai aplikasi dari Google yang dapat kita manfaatkan untuk menyajikan pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi, kita dapat menggunakan Google Dokumen untuk pembelajaran. Mengapa Google Dokumen? Pertama, adanya fitur kolaborasi yang memungkinkan siswa saling terhubung dan bekerja sama meskipun terpisah jarak.

Kedua, adanya fitur komentar yang memungkinkan guru untuk langsung memberikan feedback sehingga terjalin komunikasi dua arah antara guru dengan siswa. Ketiga, adanya fitur history komentar yang dapat membantu siswa untuk membuka kembali komentar atau masukan dari guru, sehingga dapat digunakan untuk melakukan refleksi.

Ada beberapa skenario yang diterapkan dalam melaksanakan pembelajaran menulis menggunakan kolaborasi Google Dokumen. Pertama, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya guru memberikan materi tugas untuk setiap kelompok melalui Google Dokumen, jangan lupa untuk memasukkan alamat email siswa berdasarkan kelompoknya.

Setelahnya, siswa dapat mulai berkolaborasi, saling bertukar ide, dan memberikan masukan kepada teman satu kelompok. Guru berperan dalam menuntun siswa untuk terus menggali ide kreatif mereka. Guru juga dapat memberikan komentar maupun masukan.

Dengan kolaborasi siswa dapat bertukar pendapat, bahkan memungkinkan siswa untuk mengoreksi satu sama lain. Beberapa ahli meyakini bahwa kolaborasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan nilai dan keterampilan siswa.

Untuk mendapat gambaran nyata mengenai kelebihan kolaborasi dalam pembelajaran menulis, guru dapat membandingkan hasil tulisan yang dikerjakan oleh siswa secara mandiri maupun kolaborasi. Hasil perbandingan yang penulis dapatkan adalah tugas yang dikerjakan secara kolaborasi memiliki ide yang lebih berkembang dan kreatif. Kepercayaan diri siswa dalam menuangkan ide dan gagasannya cenderung mengalami peningkatan.

Berdasarkan pemaparan kendala yang ditemui dalam pembelajaran, beserta pemecahan masalahnya. Penulis menyimpulkan bahwa teknik kolaborasi bersama Google Dokumen dapat merangsang kreativitas menulis peserta didik.

Kondisi pandemi yang mengharuskan siswa belajar dari rumah, tidak menjadi penghalang bagi guru maupun siswa untuk berkolaborasi dan saling terhubung. Dengan adanya akun pembelajaran yang berisi berbagai macam aplikasi pendidikan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar kualitas pendidikan tetap terjaga. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved