Breaking News:

Guru Berkarya

Metode Eksperimen Efektifkan Pembelajaran IPA

Fakta yang terjadi di SDN 02 Tegalsuruh Kabupaten Pekalongan, jumlah peserta didik yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) 42%

Editor: abduh imanulhaq
IST
Subandiyah SPd, Guru SDN 02 Tegalsuruh Kab. Pekalongan 

Oleh: Subandiyah SPd, Guru SDN 02 Tegalsuruh Kab. Pekalongan

DALAM kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan energi. Energi dibutuhkan untuk berjalan, makan, dan kegiatan lainnya. Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Pembahasan mengenai energi terdapat pada mata pelajaran IPA yang ada di tema 2 subtema 1. Kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik yaitu KD 3.5 mengidentifikasi berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mempelajari kompetensi dasar 3.5 peserta didik diharapkan mampu menerapkan pengetahuannya mengenai energi dalam kehidupan sehari-hari.

Fakta yang terjadi di SDN 02 Tegalsuruh Kabupaten Pekalongan, jumlah peserta didik yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 42%. Jumlah ini menunjukkan hasil belajar IPA pokok bahasan energi belum maksimal.

Faktor yang memengaruhi rendahnya hasil belajar antara lain: guru cenderung menggunakan metode ceramah; guru kurang memberi kesempatan peserta didik untuk mencoba langsung materi yang sedang dipelajari; dan guru cenderung menugaskan peserta didik menghafal. Padahal pemahaman konsep energi merupakan pembahasan teoritis dan abstrak bagi peserta didik. Sehingga pada proses pembelajaran peserta didik perlu terlibat secara langsung.

Untuk itu, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai. Menurut Iskandarwassid dan Sunendar (2011:56) menyatakan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Metode pembelajaran yang menuntut peran aktif peserta didik yaitu eksperimen. Menurut Widi Raharja (2002:87), metode eksperimen adalah suatu cara penyajian di mana guru atau bersama siswa-siswanya mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati secara seksama terhadap proses dari suatu percobaan, serta hasil dari proses percobaan tersebut.

Metode eksperimen bertujuan agar peserta didik mampu mencari dan menemukan jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi. Kelebihan metode eksperimen antara lain membuat peserta didik percaya atas kesimpulan dari hasil eksperimennya dan dapat melatih keuletan peserta didik.

Ada beberapa langkah metode eksperimen dalam membelajarkan materi energi. Pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, guru menjelaskan alat dan bahan yang akan digunakan.

Ketiga, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok berjumlah 4 peserta didik. Pembentukan kelompok ini bertujuan agar peserta didik berdiskusi tentang materi energi dan media yang akan dibuat.

Keempat, guru membimbing peserta didik dalam pembuatan media. Kelima, peserta didik menyampaikan hasil eksperimennya. Keenam, guru dan peserta didik membahas hasil kerja kelompok. Ketujuh, guru memberikan umpan balik positif terhadap peserta didik.

Metode eksperimen efektif diterapkan dalam membelajarkan materi energi. Melalui kegiatan eksperimen, peserta didik dilatih untuk melakukan kegiatan ilmiah dan berfikir ilmiah.

Peserta didik menjadi lebih aktif dan berani mengemukakan pendapat. Peserta didik juga lebih memahami materi energi karena sudah membuktikan secara langsung. Hasilnya nilai peserta didik mengalami peningkatan. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai di atas KKM mencapai 83%. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved