Breaking News:

Pelestarian Batik Butuh Keterlibatan Wirausaha Muda

ada 18 ribu usaha batik kecil dan menengah sepanjang 2021. Batik hingga saat ini menjadi penopang sektor ekonomi di berbagai daerah

Editor: Vito
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
ilustrasi- Pedagang batik di Kampung Batik Semarang menunjukkan kemeja bermotif warak ngendog. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Industri Aneka & IKM Kimia, Sandang & Kerajinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), E Ratna Utarianingrum menyatakan, peran wirausaha muda dibutuhkan dalam melestarikan batik.

Hal itu disampaikan dalam program 'Kita Muda Kreatif' yang digelar virtual. "Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada para pengusaha muda kreatif, khususnya pada sektor industri wastra batik dan produk-produk turunan lain," katanya, Minggu (3/10).

Ratna mencatat ada 18 ribu usaha batik kecil dan menengah sepanjang 2021. "Batik hingga saat ini menjadi penopang sektor ekonomi di berbagai daerah," tuturnya.

Sejak 2009, Batik diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Budaya tak Benda.

Direktur UNESCO Jakarta, Mohamad Djelid menuturkan generasi muda perlu dilibatkan, agar 20-30 tahun ke depan karya batik tulis tetap bisa dikagumi keindahannya.

“Pelibatan para generasi muda adalah sebuah kewajiban. Karenanya, kita harus memberdayakan generasi muda dalam mengembangkan nilai warisan budaya ini ke depan," tuturnya.

Adapun, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi sepakat melibatkan generasi muda untuk memastikan bahwa upaya pelestarian warisan budaya, seperti batik, bisa terus berlangsung dan tidak punah.

“Dalam tahun keempat dukungan kami terhadap program ini, Citi sangat bangga melihat bahwa meski didera pandemi, program Kita Muda Kreatif bisa terus memberikan manfaat positif," ucapnya. (Tribunnews/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved