Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Dorong Pemulihan Ekonomi Lewat Sektor Batik

Pemkot Pekalongan menyelenggarakan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober secara terbatas

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan sambutan peringatan Hari Batik Nasional, di ruang Amarta, Sabtu (2/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan menyelenggarakan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di Ruang Amarta Setda setempat, Sabtu (2/10/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pihaknya bersyukur meski masih pandemi Covid-19, peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2021 masih bisa dilakukan secara terbatas dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Hari Batik, Wali Kota Pekalongan : Lestari Batiku, Terlindungi Alamku

Baca juga: Kelompok Bermain Al Falah Pekalongan Bikin Lomba Kolase Kain Perca Batik

"Alhamdulilah pada tanggal 2 Oktober ini, kita memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2021 dengan meredanya kasus Covid-19 di Kota Pekalongan, sehingga kegiatan-kegiatan ceremonial bisa dilaksanakan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada tribunjateng.com.

Pihaknya menekankan, pada Peringatan Hari Batik di tahun 2021 yang mengusung tema 'Lestari Batikku,Terlindungi Alamku' bagaimana pemulihan ekonomi khususnya di sektor batik sebagai andalan sektor usaha masyarakat Kota Pekalongan sejak lama pasca Covid-19

Pasalnya, pada saat kelonjakan kasus pandemi Covid-19, sektor batik juga termasuk yang sangat berdampak dengan adanya penurunan omset.

Baca juga: Tertarik Dengan Batik Pewarna Lumpur, Gus Yasin Kunjungi Langsung Rumah Produksinya

Baca juga: Bunda PAUD Pekalongan Kenalkan Batik Sejak Dini

"Sehingga, upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi yaitu melaksanakan pelatihan-pelatihan digital marketing, pemasaran online, pelatihan ekspor terus dilakukan."

"Selain itu, kewajiban setiap kantor untuk menggunakan sarung batik serta seragam batik selama 1 minggu sekali yang diharapkan bisa menghidupkan kembali UMKM sektor batik pasca pandemi Covid-19," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved