Breaking News:

Berita Semarang

SNI Tingkatkan Mutu Batik, Identitas Nusantara yang Diakui Pasar Global

Peran SNI penting di tengah kesadaran masyarakat yang kian tinggi atas mutu batik.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Ist.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S Achmad 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peran Standar Nasional Indonesia (SNI) dinilai penting di tengah kesadaran masyarakat yang semakin tinggi atas mutu batik.

Dikatakan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad, pemerintah memiliki kewajiban mendorong produsen batik untuk meningkatkan kualitas batik, melalui penerapan SNI.

Kukuh menjelaskan bahwa BSN berkewajiban menyediakan SNI dan skema penerapan, pembinaan dan fasilitasi sertifikasi. 

"Selain berperan memberikan perlindungan kepada masyarakat, SNI juga menjadi panduan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia,” kata Kukuh seperti dalam keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, karin.

Indonesia memperingati Hari Batik Nasional diawali pada 2 Oktober 2009 di Uni Emirat Arab, saat UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Menurut Kukuh, BSN telah berupaya melestarikan batik dan produk batik dengan menetapkan 32 SNI batik dan produk batik yang disusun oleh Komite Teknis 59-03 Batik dan produk batik. 

Batik yang merupakan aset ekonomi kreatif di bidang kerajinan didominasi oleh sektor UMKM yang tersebar di 101 sentra usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Dalam upaya pembinaan penerapan SNI, disebutkan, BSN telah membina sebanyak 877 UMKM. Sejumlah 43 diantaranya bergerak di bidang batik. 

Hingga tahun 2021, total 12 UMKM penerap SNI batik dan produk batik telah berhasil meraih sertifikasi SNI.

"UMKM penerap SNI ini menjadi role model penerapan SNI di bidang batik dan produk batik. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved