Breaking News:

Guru Berkarya

Tingkatkan Kemampuan Menulis Geguritan dengan ‘Think Pair Share’

Keterampilan menulis dalam pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan pada kelas XII SMK Negeri 1 Pemalang salah satunya adalah menulis geguritan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Nina Widyashanti, Guru SMKN 1 Pemalang 

Oleh: Nina Widyashanti, Guru SMKN 1 Pemalang

MENULIS merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Menulis yaitu berkomunikasi dengan mengungkapkan gagasan, pikiran, ide, pesan, dan pengalaman melalui tulisan. Menulis sangat berhubungan erat dengan aspek berbahasa lainnya, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, dan membaca.

Menurut Tarigan (1994 : 4), apabila ketiga keterampilan berbahasa tersebut dikuasai dengan baik, maka seseorang juga akan dapat menulis dengan baik. Menulis merupakan keterampilan yang dinilai paling sulit oleh peserta didik. Padahal keterampilan ini adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasi oleh peserta didik dalam jenjang SMK.

Keterampilan menulis dalam pelajaran Bahasa Jawa yang diajarkan pada kelas 12 SMK Negeri 1 Pemalang salah satunya adalah menulis geguritan. Materi tersebut terdapat pada kompetensi dasar 4.2 yaitu menulis geguritan dan membacanya.

Pada kenyataannya, kualitas tulisan peserta didik pada materi geguritan masih rendah. Beberapa masalah yang ditemukan yaitu kesulitan peserta didik dalam menyesuaikan judul dengan isi geguritan, pemilihan diksi, dan bahasa figuratif dalam penulisan geguritan.

Masalah tersebut menjadi tantangan bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang lebih tepat, menarik , dan menyenangkan. Guru juga harus harus mampu menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan model mengajar. Metode pembelajaran menulis guritan yang dapat digunakan yaitu metode Think Pair Share.

Menurut Trianto (2011:81) Think Pair Share (berpikir–berpasangan–berbagi) merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif yang mempengaruhi interaksi peserta didik. Metode ini cenderung memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu.

Metode Think Pair Share menurut Kusnandar (2007 : 367) membantu peserta didik dalam menginterpretasikan ide mereka bersama dan memperbaiki pemahaman. Dalam metode ini, guru memiliki peran untuk membimbing peserta didik melakukan diskusi.

Kegiatan tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, aktif, efektif, kreatif, dan menyenangkan. Model pembelajaran think pair share melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah, memahami suatu materi secara berkelompok dan saling membantu.

Peserta didik juga terlibat dalam membuat simpulan hasil diskusi serta mempresentasikan di depan kelas sebagai salah satu langkah evaluasi. Metode pembelajaran think pair share merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis geguritan.

Langkah-langkah think pair and share yaitu peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kemudian guru memberikan tugas kelompok, setiap anggota mengerjakan tugas yang telah diberikan dengan berdiskusi.

Setiap kelompok bertukar pikiran dari tugas yang telah dikerjakan. Dalam menulis geguritan, peserta didik terlebih dahulu membentuk kelompok untuk mendiskusikan unsur-unsur apa saja yang terdapat di dalam geguritan.

Kemudian peserta didik secara individu membuat geguritan dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru. Penggunaan metode ini diharapkan mampu membuat peserta didik untuk lebih aktif dalam mengerjakan tugasnya baik secara kelompok maupun individu.

Pembelajaran melalui metode Think Pair Share memberi dampak positif terhadap pembelajaran bahasa Jawa materi geguritan kelas 12 di SMKN 1 Pemalang. Setelah menggunakan metode Think Pair Share, peserta didik lebih mudah dan lebih kreatif menuangkan ide-idenya. Kemampuan peserta didik dalam menulis geguritan juga meningkat. Peserta didik dapat bekerja sama dengan kelompoknya dan lebih dalam mengerjakan tugas. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved