Breaking News:

Berita Sragen

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Taraman Sragen, Kapolda Jateng: Prokes Prioritas Pertama

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Sabtu

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Taraman Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Sabtu (2/10/2021) kemarin.

Vaksinasi tersebut menyasar 2.000 orang untuk warga berusia 12 tahun ke atas. Dalam vaksinasi ini, dosis vaksin yang digunakan adalah Sinovac.

Pada kesempatannya, Kapolda mengatakan percepatan vaksinasi dari polri ini terus dilakukan. Dia mengatakan dalam sehari hampir 3.000 lebih dosis disuntikkan.

"Di beberapa titik, laporan dari Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi hampir 3.000 lebih dalam satu hari," kata Kapolda Lutfi.

Jika percepatan vaksinasi ini terus dilakukan, diharapkan di wilayah aglomerasi bisa mencapai target 70 persen dalam beberapa hari kedepan. Saat ini Sragen sendiri cakupan vaksinasi sudah 65 persen.

Kapolda mengatakan upaya ini dilakukan dalam rangka membentuk herd immunity atau kekebalan komunal, agar membentuk kesehatan masyarakat.

Dirinya memastikan pelaksanaan vaksinasi sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dia mengatakan tinjauannya ini memastikan vaksinasi di wilayah desa berjalan lancar.

"Kepala desa, camat dan semua yang terlibat saya ucapkan terimakasih. Kalian tidak mengenal hari libur terkait dengan vaksinasi yang kita lakukan," katanya.

Kapolda mengatakan akselerasi vaksin minimal November untuk target daerah sudah akan terpenuhi semuanya yaitu 70 persen, bahkan harus diatas itu.

Protokol Kesehatan

Dia mengatakan saat ini wilayah Soloraya masuk di level 3, dimana pada level tiga ini akses kegiatan mulai dibuka dengan harapan kekebalan masyarakat akan muncul.

"Meskipun herd immunity nanti sudah kita ciptakan dengan vaksinasi, prokes masih menjadi prioritas pertama," tambahnya. 

Kapolda mengatakan vaksin memang menjadi salah satu penilaian level oleh pemerintah pusat. Selain vaksin, tingkat bor, angka aktif secara komunal juga menjadi perhitungan penentuan level.

"Apapun levelnya kita prokes harus tetap dilakukan karena Pandemi Covid-19 ini salah satu obatnya prokes, sudah pakai masker berarti melindungi diri dan melindungi orang lain," katanya.

Sementara itu, untuk level di setiap wilayah aglomerasi, Kapolda mengatakan hanya untuk menentukan kegiatan masyarakat,  tetapi prokes adalah sarana yang wajib dilakukan. (Mahfira/Nur Huda)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved