Breaking News:

Berita Batang

Bupati Wihaji: Peluang Kerja Industri di Batang untuk Disabilitas Terbuka Lebar

Saat ini perkembangan Industri di Kabupaten Batang cukup berkembang pesat.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji berswafoto bersama peserta pelatihan usai memberikan arahan Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi Sumber Dana DBHCT (Cukai) Tahun 2021, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Saat ini perkembangan Industri di Kabupaten Batang cukup berkembang pesat dengan adanya beberapa pabrik baru.

Hal itu pun turut membuka banyak peluang kerja untuk masyarakat.

Bupati Batanh Wihaji menyampaikan peluang kerja tidak hanya bagi masyarakat umum melainkan juga terbuka untuk disabilitas.

"Peluang kerja untuk industri di Batang masih banyak, peluang disabilitas juga terbuka lebar misalnya di PT Batang Apparel butuh 10 tenaga difabel juga. Karena ada peraturan dimana setiap 100 pekerja harus ada 1 persen tenaga difabelnya," tutur Wihaji usai membuka Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Unit Kompetensi Sumber Dana DBHCT (Cukai) Tahun 2021, Senin (4/10/2021). 

Wihaji menjelaskan, lowongan tersebut akan mengisi untuk penempatan operator jahit. 

"Melalui Disnaker Batang akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemenuhan kebutuhan  tenaga kerja difabel," ujarnya.

Kepala Disnaker Batang, Suprapto menjelaskan untuk permintaan lowongan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsos Batang atau instansi terkait. 

"PT Batang Apparel mentargetkan agar kebutuhan tenaga kerja difabel dapat dipenuhi dalam bulan ini," ujarnya.

Lebih lanjut, lowongan tenaga kerja difabel ini merupakan kewajiban setiap perusahaan seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Batang Nomor 42 tahun 2021. 

Dimana dalam salah satu pasar terdapat poin yang menyatakan setiap perusahaan harus memperkerjakan penyandang disabilitas, minimal 1 persen dari jumlah karyawan perusahaan. 

"Dari perusahaan nanti berkoodinasi dengan Disnaker terlebih dahulu, nantinya akan kami koordinasikan dengan dinsos atau institusi lain yang berkaitan dengan disabilitas," imbuhnya. 

Suprapto menambahkan, terkait dengan kebutuhan tenaga kerja ini ada beberapa kualifikasi yang diinginkan perusahaan.

Seperti tenaga kerja perempuan, dengan usia 30 tahun yang merupakan penyandang disabilitas non tuna rungu. 

"Nanti akan disiapkan pelatihan untuk mereka karena mereka akan diajari dan beradaptasi dengan mesin-mesin yang canggih yang terpenting mereka bisa mendengar, sehingga nantinya bisa berkoordinasi dalam mengoperasikan mesin-mesin di sana," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved