Breaking News:

Berita Pekalongan

Dongkrak Pemulihan Ekonomi, Pemkot Pekalongan Siapkan 3 Fokus Utama dalam Sektor Batik

Guna memulihkan sektor ekonomi ditengah pandemi Covid-19, Pemkot Pekalongan terus mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Guna memulihkan sektor ekonomi ditengah pandemi Covid-19, Pemkot Pekalongan terus mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Usaha tersebut, dipercaya akan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

Salah satu yang didorong untuk bangkit adalah sektor industri batik yang menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi andalan sektor ekonomi masyarakat setempat.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, bahwa, program pemulihan ekonomi menjadi fokus utama Pemerintah Kota Pekalongan, setelah penanganan pandemi semakin baik dengan kasus Covid-19 yang sudah mereda.

Menurutnya, ada 3 fokus dalam pemulihan sektor ekonomi di bidang perbatikan yang akan digenjot yakni, bagaimana penanganan limbah-limbah batik, kesejahteraan dan keberlangsungan pekerja batik, serta peningkatan pemasaran batik secara meluas.

"Alhamdulillah Covid-19 sudah kondusif, tinggal kita genjot pemulihan ekonomi. Kebetulan momentumnya saat ini tepat pada Hari Batik, karena Pekalongan salah satu andalan sektor ekonominya adalah batik, bagaimana kita pulihkan juga dari sektor batik karena yang sangat terdampak."

"Ada 3 fokus,  pertama sesuai dengan tema Hari Batik tahun 2021 ini yaitu 'Lestari Batikku,Terlindungi Alamku', jadi harapan kami batik tetap berjaya, sementara limbah-limbah yang dihasilkan dari industri batik itu jangan sampai merusak lingkungan atau merusak alam sekitar," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid Senin (4/10/2021).

Kemudian fokus kedua yakni bagaimana para pekerja batik yang mayoritas sudah berusia lanjut dan berkecimpung bekerja di perbatikan sejak lama itu, harus disiapkan juga generasi penerus pembatik tersebut dengan harapan jangan sampai batik semakin bertambah jaya, tetapi pekerja batiknya tidak ada dan pekerjaan membatik tidak diminati oleh generasi penerusnya.

Selanjutnya, fokus ketiga yakni peningkatan produksi dan pemasaran batik yang semakin meluas melalui pelatihan-pelatihan ekspor, digital marketing maupun mengikutsertakan UMKM industri batik dalam ajang pameran-pameran agar batik semakin dikenal masyarakat luas.

"Generasi sekarang kalau pengrajin batik ini kesejahteraannya masih kurang dan kesenjangannya masih jauh, tentunya tidak diminati. Ini harus kita siapkan juga, para juragan-juragan batik ini harus menyertakan BPJS untuk para pekerja," imbuh Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan.

Pihaknya menambahkan, sebetulnya potensi ekspor khususnya di bidang perbatikan ini masih terbuka.

"kami akan terus mengadakan pelatihan ekspor, memberi kesempatan kepada pelaku UMKM di bidang batik untuk mengikuti pameran-pameran agar memasarkan produk batik Kota Pekalongan, sehingga pemasaran batik tersebut akan terbuka lebar lagi," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved