Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kronologi Penyerangan di Yahukimo Papua, 52 Terduga Pelaku Telah Diamankan

Polisi telah mengamankan 52 terduga pelaku penyerangan terhadap masyarakat suku Yali di Yahukimo, Papua pada pada Minggu (3/10/2021).

Editor: m nur huda
Tribunnews.com
Mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup dikabarkan meninggal dunia di Jakarta, Minggu (3/10/2021) pagi. Sejumlah warga di Kabupaten Yahukimo mulai membakar sejumlah rumah dan melempari toko. 

TRIBUNJATENG.COM, JAYAPURA – Polisi telah mengamankan 52 terduga pelaku penyerangan terhadap masyarakat suku Yali di Yahukimo, Papua pada pada Minggu (3/10/2021).

Sejumlah  52 terduga pelaku penyerangan tersebut telah diamankan Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo, Papua.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, melalui pesan Whatsapp menjelaskan, aksi penyerangan itu dilakukan oleh kelompok masyarakat suku Kimyal pada Minggu (3/10/2021) sekitar pukul 12.45 WIT.

 “Telah terjadi aksi penyerangan terhadap Masyarakat Suku Yali oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal,” tulisnya dalam pesan pada Kompas.TV, Senin (4/10/2021) dini hari.

Berikut kronologis peristiwa tersebut:

- Pukul 12.45 WIT

Massa Suku Kimyal yang dipimpin Kepala suku umum Kimyal, Morome Keya Busup, mendatangi masyarakat suku Yali dengan menggunakan dua unit mobil minibus.

Mereka membawa senjata tajam berupa busur panah dan parang, kemudian melakukan penyerangan.

- Pukul 12.50 WIT

Personel Polres Yahukimo mendapat informasi dari warga bahwa telah terjadi penyerangan terhadap masyarakat suku Yali.

Sebanyak 20 personel Polres Yahukimo yang dipimpin oleh Kasat intelkam AKP I Nengah S Gapar, menuju ke TKP untuk menghalau aksi massa.

- Pukul 13.00 WIT

Personel Polres Yahukimo berhasil menghalau kelompok massa tersebut.

Kelompok massa itu kemudian meninggalkan TKP dengan menggunakan 2 unit minibus menuju ke kompleks suku Yali di perumahan masyarakat Komplek Telkomsel.

- Pukul 13.20 WIT

Kelompok massa tersebut kembali melakukan penyerangan kepada masyarakat suku Yali yang berada di Hotel Nuri, dilanjutkan dengan pembakaran gedung hotel.

- Pukul 13.30 WIT

Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana, bersama 20 personel gabungan menuju ke Hotel Nuri dan dilanjutkan ke kompleks masyarakat suku Yali  di Kompleks Telkomsel untuk menghalau massa.

- Pukul 13.35 WIT

Kelompok massa yang dihalau bergerak melalui jalan setapak di belakang barak pemda lama, di  Jalan Jenderal Sudirman.

Mereka bergerak menuju kompleks Sekla di Jalan Gunung. Setibanya di sana mereka kembali melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa rumah milik masyarakat dari suku Yali.

- Pukul 13.40 WIT

Kapolres bersama bersama Personel gabungan TNI-Polri bergerak dari Hotel Nuri menuju ke kompleks Sekla untuk kembali membubarkan kelompok massa yang melakukan aksi pembakaran.

- Pukul 14.00 WIT

Kelompok massa berhasil dihalau. Selanjutnya, Kapolres Yahukimo bersama personel gabungan melakukan evakuasi terhadap korban ke RSUD Dekai.

- Pukul 14.30 WIT

Personel gabungan TNI-Polri melakukan pengaman pada objek vital, di antaranya Kantor Bupati Yahukimo, Kantor DPRD Yahukimo dan Gedung Perkantoran Lainnya.

Korban Bertambah

Sebelumnya, korban akibat kerusuhan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua terus bertambah.

Hal itu diungkapkan Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani.

Sebelumnya dikabarkan terdapat dua warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi pada Minggu (3/10/2021) siang tersebut.

Terkini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi enam orang.

Dari enam korban meninggal, seorang di antaranya diduga merupakan pelaku penyerangan.

"Masyarakat yang meninggal dunia enam orang yang salah satunya diduga adalah pelaku penyerangan. Seluruh jenazah masih disemayamkan di RSUD Yahukimo," kata Faizal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (3/10/2021).

Menurut Faizal, saat ini masyarakat ketakutan karena khawatir akan kembali terjadi kericuhan.

Karena itu, mereka saat ini tengah mengungsi di kantor polisi setempat.

"Sekitar seribu warga saat ini berlindung di Polres Yahukimo," kata Faizal.

Faizal menambahkan pihaknya belum bisa memastikan mengenai jumlah bangunan yang terbakar atau rusak akibat kericuhan tersebut.

Namun, saat ini aparat keamanan sudah mulai bisa mengendalikan situasi.

"Sekarang situasinya sudah cukup kondusif," kata dia.

Adapun dugaan awal motif kericuhan tersebut diduga karena dipicu oleh kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup di sebuah hotel di Jakarta.

"Dugaan awalnya seperti itu (karena kematian mantan Bupati Yahukimo), kami sedang dalami," kata Faizal.

Saat ini, kata Faizal, ada 52 orang yang telah diamankan karena diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap warga Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Dari penangkapan tersebut, lanjut Faizal, muncul dugaan adanya keterlibatan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam aksi kericuhan itu.

Sementara kronologi kericuhan itu bermula ketika warga yang sedang melaksanakan ibadah di Gereja Gidi Dekai, Distrik Dekai, diserang secara tiba-tiba pada Minggu siang sekitar pukul 12.10 WIT.

Sekelompok masyarakat tersebut melakukan penyerangan menggunakan senjata tradisional berupa panah dan parang.

"Dalam aksi tersebut, sekelompok masyarakat juga membakar rumah warga dan Hotel Nuri II, hingga kompleks Perumahan Bambu Dua," ucap Faizal.

Selain korban tewas dalam kericuhan itu, terdapat pula warga yang menderita luka-luka.

Kini tengah menjalani perawatan di RSUD Yahukimo.(*)

Sumber: Kompastv

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved