Breaking News:

Ekspor Jateng

Nilai Ekspor Jateng Capai Naik 18,56%

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat nilai ekspor produk dari provinsi ini pada Agustus 2021 mencapai 967,60 juta dollar AS.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Bongkar muat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat nilai ekspor produk dari provinsi ini pada Agustus 2021 mencapai 967,60 juta dollar AS.

Jumlah itu naik 18,56 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jateng, Arjuliwondo mengatakan, kenaikan itu dikarenakan ekspor barang non-migas mengalami peningkatan 12,07 persen, dan barang migas naik 167,82 persen.

"Itu terbagi menjadi (nilai ekspor Agustus) non-migas 885,03 juta dollar AS dan migas 82,57 juta dollar AS," katanya, dalam pers rilis virtual, Jumat (1/10).

Menurut dia, ekspor barang migas meningkat dari 30,83 juta dollar AS pada Juli menjadi 82,57 juta dollarAS pada Agustus 2021.

Pada periode yang sama, ekspor non-migas mencatatkan kenaikan 12,7 persen, dari 785,26 juta dollar AS menjadi 885,03 juta dollar AS.

Sedangkan bila disandingkan dengan periode sama 2020, capaian ekspor Jateng pada Agustus meningkat 46,91 persen, di mana saat itu tercatat 658,64 juta dollar AS.

"Artinya ada kenaikan yang cukup baik, atau dengan kata lain ekonomi juga sudah bangkit," paparnya.

menyebut, total ekspor non-migas Januari-Agustus 2021 mencapai 6,27 miliar dollar AS. Adapun, lima negara tujuan ekspor non-migas adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, negara-negara Uni Eropa dan Asean.

Amerika Serikat disebut sebagai pasar terbesar, karena menyumbangkan perdagangan luar negeri senilai 2,49 miliar dollar AS selama kurun waktu Januari-Agustus 2021.

Capaian itu disusul dengan Jepang senilai 571,17 juta dollar AS, dan Tiongkok 432 juta dollar AS.

Meski demikian, neraca perdaganan Jateng pada Agustus 2021 masih mengalami defisit 169,77 juta dollar AS.

Hal itu terjadi karena peningkatan pada sektor impor sebesar 53,34 persen menjadi 1,13 miliar dollar AS. (nal)

Baca juga: Potensi Pembiayaan UMKM Dinilai Masih Besar, Tapi 69,5% Pelaku Usaha Belum Terima Kredit

Baca juga: Ini Penjelasan Petugas Pendamping PKH Gorontalo Seusai Dimarahi Mensos Risma

Baca juga: Dhena Devanka dan Jonathan Frizzy Saling Tuduh KDRT

Baca juga: Mengaku Jadi Korban Perampokan, Ternyata Uang Rp 300 Juta Habis untuk Judi Togel 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved