Breaking News:

OPINI

OPINI : Spirit Tarian Kosmik

API PON XX Papua sudah menyala di Timika (29/9/2021). Dalam kobaran api itu terdapat spirit kompetisi sportif.

Istimewa
Upacara Pembukaan PON XX Papua Jayapura, 2 Oktober 2021 

Oleh Aloys Budi Purnomo Pr

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Semarang

API PON XX Papua sudah menyala di Timika (29/9/2021). Dalam kobaran api itu terdapat spirit kompetisi sportif. Semua bercita-cita meraih kemenangan dan menjadi juara. Api PON juga membawa berkah sosio-ekonomi berupa kesejahteraan bagi masyarakat daerah yang ditempati. Minimal itu menjadi salah satu harapannya.

Sementara di Timika menyala api PON XX, di Jambi berkobar api sumur ilegal yang membahayakan lingkungan. Hingga Rabu (29/9/2021), terhitung sudah sebelas hari, kobaran api itu masih menyala. Tak ada spirit kompetisi sportif di dalamnya. Alih-alih, justru spirit destruktif dan manipulatif!

Bersama api PON di Timika dan api sumur ilegal di Jambi, jika hari ini cerah, luangkan waktu sejenak dan rasakan kehangatan energi api matahari dengan rasa syukur dan bahagia. Di masa pandemi yang belum sepenuhnya berakhir betapa pentingnya merasakan kehangatan sinar matahari bagi tubuh kita.

Saat menikmati matahari pejamkan mata dan nikmatilah kehangatannya. Kita bersyukur bisa menikmati matahari sepanjang tahun. Bayangkan mereka yang tinggal di negeri empat musim dengan suhu musim gugur yang lebih dingin, bahkan di musim dingin yang mematikan. Sementara di musim panas pun, saat matahari bisa dinikmati, tak jarang justru sejumlah lansia dan yang rentan meninggal dunia.

“Tarian Kosmik”

Kita bersyukur atas matahari yang dalam bahasa Thomas Merton disebut sebagai bagian dari “tarian kosmik”. Dalam “tarian kosmik” itu, matahari adalah keajaiban. Ia memberikan intensitas kehangatan yang tepat yang dibutuhkan agar kehidupan ada di Bumi.

Tumbuhan diberi makan dari sinar matahari melalui fotosintesis. Tidak pernah kita pikirkan sampai sekarang, manusia mampu menghasilkan vitamin D yang memperkuat tulang melalui paparan sinar matahari, yang sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19. Gratis!

Dalam “tarian kosmik” sejarah peradaban, penemuan api pun mengubah jalannya sejarah manusia. Di satu sisi, api ini telah memungkinkan umat manusia untuk membuat kemajuan yang kita manfaatkan hari ini: api PON, listrik, akses ke teknologi yang menyelamatkan jiwa, bahkan internet yang di era digital dan pandemi ini sangat dibutuhkan untuk membantu komunikasi kita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved