Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

5 Mahasiswa Universitas Ivet Semarang Joint Class International dengan Karnavati Univerversity India

Perwujudan kampus berbasis International telah di lakukan oleh Universitas Ivet terbukti dengan adanya Joint Class International.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS IVET
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ivet Dr Luluk Elyana memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa yang lolos program Joint Class International 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perwujudan kampus berbasis internasional telah dilakukan oleh Universitas Ivet Semarang.

Terbukti dengan adanya Joint Class International antara Universitas Ivet dan Karnavati Univerversity India menggunakan E-Learning.

Program Joint Class International ini dilaksanakan selama satu semester dengan menggunakan beberapa modul pembelajaran dalam satu mata kuliah dari Karnavati Univerversity India.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Luluk Elyana, dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Ivet bersungguh-sungguh menyukseskan program itu.

"Joint Class International ini merupakan perwujudan program Merdeka Belajar dari Kemdikbud Ristek. Kami sangat bersyukur sekali atas adanya kebijakan dari pemerinta. Sebab cita-cita kita untuk menjadikan Universitas Ivet bereputasi internasional ini bisa terwujud. Dengan demikian tentu juga akan menambah reputasi yang baik dari perguruan tinggi," ijarnya saat memberikan pembekalan melalui daring pada Senin (4/10/2021).

Dr Luluk Elyana menyampaikan ke depan juga akan ada Joint Class International dengan beberapa perguruan tinggi lain di luar negeri.

"Sedikit demi sedikit Universitas Ivet akan melangkah menuju kampus berbasis internasional. Langkah awal kami berupa Joint Class dengan Karnavati Univerversity India. Selanjutnya kami akan menyiapkan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri yang ada di negara lain," tandasnya.

Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Joint Class International melalui daring
Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Joint Class International melalui daring (IST)

Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan, untuk mengikuti program Joint Class International mahasiswa akan diseleksi sangat ketat oleh Unit Kerjasama.

"Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar, hanya terpilih 5 yang mengikuti program tersebut. Jadi Joint Class International ini melalui penyaringan yang begitu ketat. Sebab mereka ini nanti juga akan membawa nama baik dari Universitas Ivet. Sehingga hanya mahasiswa terpilih dan terbaik saja yang akan masuk ke dalam Joint Class International," imbuhnya.

Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono mengapresiasi sekali terhadap lima mahasiswa yang mengikuti program Joint Class International.

"Program Joint Class International ini baru pertama kali dimiliki oleh Universitas Ivet. Untuk itu kami berpesan kepada 5 mahasiswa terpilih untuk bersungguh-sungguh dan berkelakuan baik," tuturnya.

Mahasiswa yang mengikuti Joint Class International yaitu Felicia Karsten dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Nanda Liestya dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Yovita dari Prodi Bisnis Digital, Grace Agina dari Prodi Gizi, dan Tifano dari Prodi Pendidikan Informatika.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved