Breaking News:

Berita Banjarnegara

Curah Hujan Tinggi Terjadi Oktober-November, Ancaman Longsor di Banjarnegara Jadi Fokus Perhatian

Curah hujan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah selatan Banjarnegara dalam dua bulan ke depan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko longsor.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Kondisi alam di tepi Sungai Serayu Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (28/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah selatan Banjarnegara dalam dua bulan ke depan.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko longsor di daerah yang berada di pegunungan Serayu Selatan. 

Dua kecamatan, yakni Kecamatan Mandiraja dan Kecamatan Susukan menjadi perhatian tersendiri mengingat sebagian wilayahnya masuk zona merah rawan longsor. 

Kondisi curah hujan yang tinggi bisa memicu pergerakan tanah di wilayah tersebut. 

Baca juga: Unika Ajak BI Jateng Perbanyak Kolaborasi Riset: Harus Dikembalikan ke Masyarakat

Baca juga: Chord Gitar Antara Nyaman dan Cinta Ona Hetharua

Baca juga: Kali Pertama Rasakan Duduk di Bangku Pemain, Ini Ungkapan Manajer PSIS

Di Desa Glempang Kecamatan Mandiraja, awal tahun 2021 lalu, longsor bahkan memaksa puluhan warga mengungsi karena kondisi rumah rusak dan tak memungkinkan ditempati lagi. 

Longsor di desa itu bukan hanya mengancam pemukiman, namun juga jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Banjarnegara dan Kebumen.

Januari 2021 lalu, jalan provinsi di desa itu bahkan sempat putus total karena badan jalan tertimbun longsor. 

Adapun di Kecamatan Susukan, Desa Gumelem termasuk yang menjadi perhatian karena kerap dilanda longsor. 

"Kecamatan Susukan dan Kecamatan Mandiraja waspadai curah hujan tinggi, kategori menengah-tinggi di bulan Oktober-November menurut BMKG, " kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo,  Selasa (5/9/2021) 

Selain wilayah selatan dengan perkiraan curah hujan menengah-tinggi, wilayah utara Banjarnegara pun cukup berisiko.  Kondisi tanah di beberapa kecamatan di pegunungan utara labil hingga mudah terjadi pergerakan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved