Breaking News:

Guru Berkarya

Komik Pendidikan Sebagai Media Pembelajaran

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19 membuat guru dan siswa tidak dapat tatap muka secara langsung.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Hartani SPd, Guru SDN Jatiroto 02 Kabupaten Pati 

Oleh: Sri Hartani SPd, Guru SDN Jatiroto 02 Kabupaten Pati

PEMBELAJARAN Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19 membuat guru dan siswa tidak dapat tatap muka secara langsung. Hal ini memberikan tantangan bagi para guru agar dapat mentransfer materi dari guru ke siswa. Umumnya, guru dan siswa berkomunikasi melalui smartphone atau telepon pintar.

Agar siswa memahami materi, biasanya guru tersebut membagikan video. Namun, banyak keluhan dari orang tua siswa yang mengaku kuota internetnya cepat habis karena dipakai untuk menonton video yang dibagikan oleh guru.

Padahal guru tetap dituntut untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan materi kepada siswa. Untuk itulah guru hendaknya menggunakan media yang bervariasi agar siswa-siswa dapat memahami materi pelajaran.

Dalam pembelajaran kelas 1 SDN Jatiroto 02 KD. 3.4 menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan 99 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan, guru menggunakan komik pendidikan sebagai media pembelajaran. Komik pendidikan dapat dibagikan melalui smartphone atau telepon pintar melalui whatsapp atau layanan sejenis.

Komik termasuk media grafis. Hal ini sesuai dengan penjelasan Suwarno dkk (dalam Laksana, 2015:155) bahwa media grafis adalah jenis media yang menuangkan pesan dalam bentuk simbol-simbol komunikasi verbal. Bentuk–bentuk media grafis antara lain adalah gambar foto, sketsa, komik, dll.

Ada beberapa jenis komik yang beredar di pasaran, dalam dunia pendidikan juga terdapat komik yang biasa disebut sebagai komik pendidikan, komik ini berisi tentang penjelasan materi yang dituangkan dalam bentuk cerita bergambar (komik) (Laksana, 2015:155).

Komik pendidikan memiliki beberapa kelebihan. Kuota internet yang dipakai cenderung lebih kecil daripada video serta dapat meningkatkan minat siswa untuk membaca. Komik mampu mendorong pembaca membaca materi yang disajikan dalam komik secara runtut.

Komik pendidikan dapat diisi dengan materi pelajaran dan disertai dengan gambar-gambar yang berwarna-warni sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat komik pendidikan, di antaranya medibang paint, ibis paint x, dan adobe photoshop cc.

Ada yang gratis, ada yang berbayar tergantung pilihan dari pengguna aplikasi. Penggunaannya pun cukup mudah. Jika memiliki keterampilan dalam menggambar, guru dapat menggambar karakternya sendiri. Namun, jika guru menginginkan dapat juga menggunakan foto sendiri.

Langkah-langkah dalam menggunakan komik pendidikan sebagai media pembelajaran, yang pertama yaitu guru bisa membaca buku yang berisi materi pelajaran yang akan digunakan membuat komik pendidikan. Pelajari juga literatur bacaan penggunaan aplikasi yang akan digunakan.

Siapkan peralatan yang diperlukan, misal handphone, komputer/laptop, mouse, dan pen tablet. Kemudian siapkan skenario yang akan digunakan. Misal dialog, dan karakter.

Patut dipertimbangkan juga apakah akan menggambar sendiri atau menggunakan foto. Gambar atau foto yang digunakan hendaknya tidak melanggar hak cipta. Selanjutnya buatlah komik pendidikan sesuai skenario yang telah dibuat.

Langkah berikutnya, yaitu komik pendidikan yang telah dibuat dapat dibagikan kepada siswa melalui whatsapp atau aplikasi lain yang digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa. Langkah selanjutnya guru dapat berdiskusi, bertanya jawab dengan siswa tentang materi pelajaran dalam komik pendidikan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved