Breaking News:

Minat Investasi di Aset Kripto Melonjak, BI Terus Monitor

BI terus monitor dampak perkembangan investasi diaset kripto, karena ada beberapa risiko yang menonjol.

Editor: Vito
PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, Cryptocurrency Ethereum. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat adanya peningkatan jumlah investor dan transaksi aset kripto pada semester I/2021.

Mengutip dari Indodax, bank sentral menyebut ada peningkatan signifikan jumlah investor maupun transaksi aset kripto yang signifikan dari akhir 2020, dan mencapai puncaknya pada Maret 2021.

“Pada Maret 2021, jumlah investor mencapai sekitar 3,5 juta hingga 4 juta, tetapi jumlah active trader dibandingkan dengan total investor hampir mencapai 21,5 persen,” ungkap bank sentral dalam Kajian Stabilitas Keuangan No. 37, yang diluncurkan Selasa (5/10).

Peningkatan yang pesat tersebut sejalan dengan kenaikan harga aset kripto yang juga signifikan pada Maret 2021. Pada saat itu, satu jenis aset kripto yang paling diminati masyarakat Indonesia adalah Bitcoin. Jenis ini bahkan diperdagangkan dengan harga yang paling tinggi.

Sebut saja, pada periode tersebut, Bitcoin sempat mencapai level tertinggi sebesar Rp 850 juta/keping, atau naik 112,5 persen dari level Desember 2020 yang sebesar Rp 400 juta/keping.

Kenaikan harga yang cukup tajam tersebut antara lain dipengaruhi oleh kemudahan membuat akun di berbagai perdagangan aset kripto dengan modal yang relatif kecil, serta adanya pembelian BItcoin oleh beberapa korporasi besar global.

Sementara di AS, stimulus fiskal juga turut mendorong rumah tangga yang memilih aset kripto sebagai alternatif investasi (safe haven).

BI melihat dampak perdagangan aset kripto terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia masih terbatas.

“Perdagangan aset kripto saat ini masih bersifat early stage. Fasilitas yang dimiliki pedagang masih terbatas pada spot trading dengan jumlah transaksi aset kripto yang masih kecil bila dibandingkan dengan transaksi saham,” jelas bank sentral.

Hanya saja, BI menegaskan perkembangan dampaknya harus terus dimonitor, karena masih ada beberapa risiko yang menonjol dan minat investasi masyarakat pada aset ini masih berpotensi terus meningkat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved