Breaking News:

Berita Solo

Seorang Pria Indekos di Sriwedari Solo Ditemukan Diduga Meninggal Dunia karena Covid-19 

Seorang pria berinisial ADS (39) meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah kosnya yang berada di Jalan Setiyaki

Polsek Laweyan 
Petugas dari Inafis Polresta Solo saat melakukan evakuasi terhadap jenazah ADS (39) yang meninggal dunia karena Covid-19 di sebuah kamar kos di Jalan Setiyaki, Sriwedari, Laweyan, Solo, Selasa (5/10/2021) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Seorang pria berinisial ADS (39) meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah kosnya yang berada di Jalan Setiyaki, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (5/10/2021) pagi. 

Kematian warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon ini dibenarkan Kapolsek Laweyan, AKP Bobby Anugrah Rachman saat dikonfirmasi. 

Bobby membenarkan, korban meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19. 

Menurut Bobby, korban memang sempat dinyatakan positif Covid-19 dari hasil PCR yang dilakukan puskesmas setempat. 

"Tapi sejak kapan (positif, red) saya belum monitor, anggota di lapangan belum melaporkan secara detail," ucapnya. 

Terkait langkah lanjutan yang akan diambil, apakah akan melakukan karantina bagi seluruh anggota indekos, Bobby masih menunggu kebijakan dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Laweyan. 

"Tidak bisa diputuskan sepihak, yang jelas hari ini langsung kita rapatkan untuk diputuskan langkah ke depannya seperti apa," ungkapnya. 

Bobby menjelaskan, korban sehari-hari bekerja sebagai juru parkir. Dia mengetahui, korban terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan laporan pemilik indekos yang diketahui bernama Triyadi Pramudioko. 

Sekira pukul 03.30 WIB, pria berusia 59 tahun ini mendengar ada suara teriakan dari lantai 2 usahanya terebut. 

"Karena merasa curiga, saksi masuk ke atas. Setelah diteliti, teriakan bersumber dari kamar korban. Korban berteriak minta tolong dan seperti orang kesakitan," ucap Bobby. 

Saksi pemilik kos sempat bertanya kenapa korban teriak, tapi tak dijawab. Karena takut, saksi langsung menuju rumah Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan. 

"Tapi saat kembali ke depan kamar korban, tidak lagi terdengar suara teriakan. Pemilik lantas menghubungi keluarga korban dan diketahui kalau korban sedang menjalani isolasi. Mendapati fakta itu, kemudian mereka laporan ke polsek," jelasnya. 

Karena meninggal berstatus positif Covid-19, lanjut Bobby, penanganan jasad korban dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

"Dari hasil olah TKP tim inafis. Posisi korban terlentang diatas kasur dengan tangan melipat didada. Ditemukan pastik berisi obat-obatan diduga milik korban," tandasnya. (*)

Baca juga: Terungkap Motif Sopir di Cimah Bakar Garasi, 31 Taksi Hangus Kerugian Rp 3,2 Miliar, Sopir Masuk RS

Baca juga: Rusia dan Yordania Bantah Tuduhan Pandora Papers

Baca juga: Duduki Jabatan Baru Sebagai Kepala Diskominfo Kabupaten Tegal, Aribawa: Harus Bekerja Sebaik-baiknya

Baca juga: Jelang Persijap Jepara vs Persis Solo di Liga 2, Beto Goncalves Kirim Pesan untuk Sang Mantan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved