Breaking News:

Guru Berkarya

Strategi Blended Learning Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika

Di tengah merebaknya pandemi covid-19 pada saat ini memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan masyarakat bahkan pendidikan pun terkena dampaknya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Puji Nastiti SPd, Guru SMPN 3 Pemalang 

Oleh: Puji Nastiti SPd, Guru SMPN 3 Pemalang

PANDEMI Covid-19 memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan. Namun, layanan pendidkan harus tetap diberikan kepada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang.

Dalam kondisi darurat ini, sekolah harus bekerja keras dan tetap memberikan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan formal memberikan layanan terbaik kepada peserta didik. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan status level-2 memperbolehkan sekolah mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan ketentuan 50 % siswa melakukan pembelajaran tatap muka dan 50 % siswa melakukan pembelajaran secara daring.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, penggunaan strategi dan metode pembelajaran sangat penting. Guru harus memilih strategi dan menentukan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi saat ini. Sehingga akan mempermudah guru dan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Strategi pembelajaran yang masih dianggap efektif saat ini adalah metode tatap muka. Metode ini masih menjadi cara terbaik untuk kegiatan pembelajaran. Di sisi lain, masih ada 50% yang menggunakan pembelajaran daring atau online.

Dengan melihat kondisi ini, guru menerapkan strategi blended learning dalam pembelajaran matematika khususnya materi himpunan. Strategi pembelajaran blended learning merupakan penggunaan bersama antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring (on line learning).

Graham (2005) menyebutkan blended learning secara lebih sederhana sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka). Guru sangat memahami kemampuan kognitif peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Peserta didik terbatas pada kemampuan menerapkan logika pada objek fisik saja dan belum mampu berpikir abstrak. Oleh sebab itu dalam pembelajaran matematika materi Himpunan di kelas 7 SMP Negeri 3 Pemalang, guru harus menyajikan pembelajaran virtual yang dapat mempermudah peserta didik memahami materi tersebut.

Pembelajaran daring dilakukan dengan menyajikan materi himpunan di antaranya dalam bentuk video pembelajaran yang jelas dan menarik tentunya. Sehingga peserta didik mampu mengamati penggunaan himpunan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kumpulan hewan, tumbuhan, buah-buahan, kendaraan bermotor, alat tulis, suku-suku yang ada di Indonesia secara virtual tanpa harus melihat dan atau menyentuh benda yang sebenarnya.

Pembelajaran tatap muka mempertemukan guru dengan peserta didik dalam satu ruangan untuk berkomunikasi langsung yang memungkinkan interaksi aktif antara peserta didik dengan guru dan antar sesama peserta didik. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat. Dalam sesi tatap muka, peserta didik dan pendidik lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui media online sebelumnya dan menunjukkan hasil kerja mereka.

Pembelajaran blended learning merupakan pembelajaran yang sangat efektif, efisien untuk meningkatkan kemampuan siswa menjadi menyenangkan, minat belajar siswa lebih besar dengan lingkungan belajar yang beragam. Sehingga dengan manerapkan strategi atau metode pembelajaran blended learning di SMP Negeri 3 Pemalang, pembelajaran matematika dengan materi himpunan didapat hasil belajar yang lebih efektif dan efisien serta menghilangkan kesan sendiri sehingga termotivasi lebih giat belajar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved