Breaking News:

Guru Berkarya

Teknik Observasi Kelas Tingkatkan Kinerja Guru

Kepala sekolah merupakan figur penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Jariyo, S.Pd.SD - Kepala Sekolah SD Negeri Pakis Kabupaten Pati 

Oleh: Jariyo SPdSD, Kepala SDN Pakis Kabupaten Pati

KEPALA sekolah merupakan figur penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sebagai pemimpin suatu lembaga, kepala sekolah dituntut tidak hanya dapat melaksanakan tugas di bidang pelaksanaan pembelajaran melainkan juga melaksanakan berbagai peran sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, kepala sekolah harus memiliki lima kompetensi dasar yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, dan kompetensi sosial.

Dari kelima kompetensi tersebut, kompetensi supervisi sangat berpengaruh pada kinerja guru. Menurut Sagala (2010), peran kepala sekolah sebagai supervisor adalah membantu dan memfasilitasi guru dalam melakukan proses belajar mengajar dan melakukan penilaian menggunakan teknik-teknik supervisi sesuai kebutuhan. Adanya supervisi dimaksudkan agar para guru dapat memperbaiki kondisi pembelajaran, meningkatkan kinerja dan disiplin dalam menjalankan tugasnya.

Rata-rata guru SD Negeri Pakis Kabupaten Pati sudah melaksanakan tugasnya sebagai guru dengan baik. Namun, masih ada beberapa guru yang belum tepat waktu dalam pembuatan administrasi. Ada juga guru yang belum bervariasi dalam menggunakan media atau model pembelajaran.

Untuk meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah harus memilih teknik supervisi yang tepat. Salah satu teknik yang bisa digunakan yaitu teknik observasi kelas.

Teknik observasi kelas merupakan teknik supervisi yang bersifat individual karena dilaksanakan supervisor secara perseorangan dalam upaya membina dan mengembangkan kemampuan guru di kelas. Observasi kelas dilakukan dengan tujuan mengetahui secara keseluruhan cara guru mengajar dan respon dari peserta didik..

Sebelum pelaksanaan, kepala sekolah melakukan persiapan. Pertama, menentukan guru yang akan disupervisi. Kedua, menentukan materi yang diajarkan. Terakhir menentukan waktu dan tempat pelaksanaan supervisi.

Selanjutnya proses supervisi. Supervisor masuk ke kelas yang disupervisi tanpa mengganggu proses pembelajaran. Biasanya, supervisor duduk di bangku belakang. Supervisor mengamati dengan teliti dimulai dari sikap, gaya mengajar, suara, cara mengajar, dan sumber yang dipakai saat mengajar. Jika sudah selesai, supervisor menunggu guru di luar kelas.

Berikutnya yaitu pertemuan balikan. Supervisor mendiskusikan hasil supervisi yang sudah dicatat dan pengalaman mengajar yang dirasakan guru. Pertemuan ini memberikan hasil yang disepakati kedua pihak dari hal-hal yang sudah baik dan perlu dipertahankan maupun hal-hal yang perlu diperbaiki.

Supervisor juga memberi penguatan pada guru, seperti memberi pujian. Tahap terakhir yaitu tindak lanjut. Tindak lanjut hasil supervisi dilakukan dengan kegiatan antara lain memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru dan menentukan jadwal supervisi berikutnya.

Kepala sekolah melaksanakan supervisi secara jelas, terstruktur, dan berkelanjutan. Secara jelas artinya supervisi dilakukan bukan karena kebetulan, tetapi sudah direncanakan dan ada instrumen yang jelas.

Terstruktur artinya pelaksanaan supervisi sudah terjadwal dengan baik. Berkelanjutan artinya dilakukan terus menerus. Tidak berhenti pada satu kali supervisi. Komentar atau masukan pada supervisi pertama harapannya bisa menjadi perbaikan pada supervisi berikutnya.

Dengan demikian, adanya kegiatan supervisi yang sesuai prosedur dan rutin dilakukan mampu meningkatkan kesadaran guru untuk memperbaiki performanya. Guru juga lebih termotivasi dalam melaksanakan tugasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved