Breaking News:

MotoGP

Juara Dunia 500 cc 1980, Marco Lucchinelli Lakukan Pelanggaran Serius, Ini Penjelasannya

Juara dunia 500 cc 1980, Marco Lucchinelli, telah menerima pelanggaran sangat serius.

Editor: sujarwo
MOTOGP.COM
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, pada hari pertama MotoGP San Marino 2021 di Sirkuit Misano, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM -  Juara dunia 500 cc 1980, Marco Lucchinelli, telah menerima pelanggaran yang sangat serius soal kata-kata yang dikeluarkan tentang Valentino Rossi pada April kemarin.

Kala itu, beberapa bulan sebelum Valentino Rossi mengumumkan niatnya untuk gantung helm, Marco Lucchinelli mengungkapkan keputusan itu karena dorongan darinya.

"Sekarang cukup, beralih ke orang-orang muda. Dia mengambil tempat yang jauh dari salah satu dari mereka," kata Marco Lucchinelli dilansir BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

"Dia selalu berlomba untuk menang, tetapi sekarang dia berlari untuk finis," ujar pria 67 tahun itu.

Ucapan itu memicu perdebatan di sosial media dan  beberapa penggemar memberikan reaksi berlebihan atas ucapannya itu.

Bahkan, ada penggemar yang mengancam keselamatannya

"Saya kesal karena dalam wawancara terakhir yang saya berikan mereka telah menyatakan pendapat, mereka menyinggung saya, berharap kematian saya, putra dan ibu saya  karena sekarang media sosial mereka semua seniman hebat," tutur Lucchinelli.

"Saya hanya mengatakan satu hal bahwa, melihat hari ini, tidak semuanya salah yaitu bahwa Valentino Rossi seharusnya berhenti."

Padaa saat bersamaan, The Doctor menjawab dengan agak menarik kata-kata Lucchinelli.

"Kami berteman dan setiap kali saya melihatnya dia sangat baik kepada saya. Saya ingin mengatakan bahwa dia menjilat, te tapi mungkin itu cara yang buruk untuk mengatakannya," ujar Rossi.

"Mereka menjilat saya, ketika orang-orang di sekitarnya ada. Dan saya tidak mengatakannya dalam arti ofensif karena setelah Anda memenangkan sepuluh balapan, jika Anda berjuang untuk mendapatkan poin nol sekarang," kata Lucchinelli lagi.

"Melihat seorang juara berjuang di posisi terakhir, ketika motor seperti dia ada di depan, saya akan minta maaf." (*)

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved