Breaking News:

Guru Berkarya

Menghayati Hikmah Zakat, Infaq dan Sedekah dengan Model CTL

Zakat, Infaq dan Sedekah merupakan tiga cotoh perbuatan baik yang diajarkan oleh Allah SWT kepada para hambanya yang mana memiliki makna sama.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ninik Qoniah SPdI, Guru SDN Wonodadi 01 Kec Bandar Kab Batang 

Oleh: Ninik Qoniah SPdI, Guru SDN Wonodadi 01 Kec Bandar Kab Batang

ZAKAT, infaq, dan sedekah merupakan tiga contoh perbuatan baik yang diajarkan Allah SWT kepada hambanya yang mana memiliki makna sama-sama berbagi atau memberi. Sederhananya zakat merupakan suatu pemberian dengan syarat dan ketentuan yang bersifat wajib jika sesorang telah mampu. Adapun infaq dan sedekah adalah pemberian tanpa syarat dan ukuran.

Konsep zakat, infaq dan sedekah sudah diajarkan di bangku SD, salah satunya di SDN Wonodadi 01 yaitu kelas 6 dengan mata pelajaran PAI dan tergolong ke dalam KD 3.3 yaitu memahami hikmah zakat, infaq dan sedekah sebagai salah satu implementasi dari rukun islam. Dengan mempelajari KD 3.3 ini diharapkan siswa dapat mengidentifikasi dan menyimpulkan apa saja hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan zakat, infaq maupun sedekah sehingga ke depannya dapat menghayati serta mengamalkan perbuatan baik tersebut.

Jika dilihat dari proses pembelajaran di kelas, nyatanya tidak mudah menciptakan model pembelajaran yang tepat untuk mempelajari materi hikmah zakat, infaq dan sedekah. Realita yang ada ketika awal memasuki masa pandemi Covid-19 menggambarkan bahwa mempelajari materi tersebut masih belum bisa memotivasi siswa untuk mengamalkannya.

Hal tersebut terlihat ketika siswa diberikan beberapa pertanyaan di akhir pembelajaran sebagai review materi. Masih banyak siswa yang belum bisa menjawab bagaimana hikmah zakat, infaq dan sedekah yang sesungguhnya. Hal tersebut terjadi salah satunya dikarenakan guru hanya memberikan pemaparan singkat materi disertai penugasan kepada siswa tanpa diberikan penjelasan gambaran nyata.

Dengan adanya kondisi tersebut guru berusaha memperbaiki model pembelajaran KD 3.3 dengan materi hikmah zakat, infaq dan sedekah sebagai implementasi dari rukun islam di kelas 6 SDN Wonodadi 01. Perbaikan dilakukan dengan mengubah model pembelajaran menjadi model contextual teaching and learning (CTL). Menurut US Departemen of Education (2001), CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru untuk mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata serta mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Ada 6 komponen utama pendekatan CTL yang diperkenalkan oleh Depdiknas (2003) dan harus dipastikan oleh guru bahwa kompenen tersebut terlaksana. Di antaranya constructivism, inquiry, quetiong, learning community, modelling, reflection and authentic.

Penerapan pembelajaran diawali dengan memberikan materi pengantar sebagai salah satu rangsangan yang bisa menggugah daya nalar siswa. Kemudian, siswa dipersilakan menemukan jawaban pertanyaan seputar hikmah zakat, infaq dan sedekah sesuai dengan apa yang pernah dialami oleh siswa maupun orang-orang disekitarnya dikehidupan sehari-hari. Hasil jawaban yang sudah disusun oleh siswa kemudian dipersentasikan sehingga bisa dinilai oleh guru di kelas.

Setelah Model CTL diterapkan dalam pembelajaran PAI KD 3.3 dengan materi hikmah zakat, infaq dan sedekah di kelas 6 SDN Wonodadi 01, ternyata mampu meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, siswa menjadi lebih termotivasi untuk mengamalkan ketiga perbuatan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil tersebut dapat dilihat ketika di akhir pembelajaran dilaksanakan review, semua siswa menyatakan diri bahwasannya dengan mengamalkan ketiga perbuatan baik tersebut dapat meningkatkan rasa kecintaan kepada Allah. Selain itu, hati dan jiwa terasa lebih tenang dan kehidupan terasa lebih harmonis. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved