Berita Cilacap
Perumdam Tirta Wijaya Cilacap Bangun Instalasi Pengolahan Air
Bambang Yulianto menjelaskan, pembangunan IPA merupakan dukungan untuk program dari Kabupaten Cilacap
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, meletakkan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kerja Sama Investasi dan Pengelolaan Unit Produksi di Kantor Instalasi Produksi Kesugihan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya, Sabtu (2/10).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas Kerja Sama Bangun Kelola Alih Milik Investasi dan Pengelolaan Unit Produksi di Kesugihan, antara Perumdam Tirta Wijaya Cilacap dan PT Nindya Tirta Unggul, Jakarta.
Peletakan batu pertama itu mengawali pembangunan instalasi pengolahan air berkapasitas 400 meter kubik per jam.
Direktur Utama Perumdam Tirta Wijaya, Bambang Yulianto menjelaskan, pembangunan IPA merupakan dukungan untuk program dari Kabupaten Cilacap, yaitu kabupaten industri yang proinvestasi.
"Kami selaku pelaksana lapangan mensupport apa yang telah diprogramkan oleh bupati, yaitu menyediakan air bersih untuk masyarakat 100 persen baik masyarakat pedesaan atau perkotaan maupun juga untuk industri yang tumbuh di Kabupaten Cilacap ini. Untuk kapasitasnya yang dihasilkan dalam pembangunan ini nanti 400 meter kubik per jam atau sekitar 110 liter per detik," kata Bambang dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.
Direktur PT Nindya Tirta Unggul, Surachman, menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Cilacap yang telah sangat membantu dan mendukung dalam monitoring program pembangunan tersebut pascaperjanjian kerja sama, yang telah dilakukan pada 18 Mei 2021 lalu.
"Mudah-mudahan setelah peletakan batu pertama ini kemudian dalam enam bulan ke depan masyarakat sudah dapat menikmati hasilnya untuk peningkatan produksi Perumdam Tirta Wijaya," katanya.
Terkait dengan ruang lingkup dan bentuk kerja sama antara Perumdam Tirta Wijaya dan PT Nindya Tirta Unggul, berupa kerjasama Bangun Kelola Alih Milik (Build Operate Transfer/BOT).
Untuk harga air curah dari hasil proses tersebut yaitu sebesar Rp 3.900 per meter kubik dengan kenaikan 5 persen per tahun dan dengan periode kerja sama selama 15 tahun. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/saat-peletakan-batu-pertama-pembangunan-instalasi-pengolahan-air-1.jpg)