Breaking News:

Berita Semarang

Pohon Zaitun Lambang Keteduhan & Kerukunan Beragama Ditanam di Pelataran Pastoran Johanes Maria Unik

Dipilihnya pohon zaitun lantaran dianggap sebagai simbol kesucian, perdamaian, dan persatuan

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
dok FKUB
FKUB Jateng menanam pohon zaitun di Pelataran Pastoran Johanes Maria Unika. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan gerakan bersama secara simbolis menanam bibit pohon zaitun di pelataran Pastoran Johanes Maria Unika Soegijapranata.

Dipilihnya pohon zaitun lantaran dianggap sebagai simbol kesucian, perdamaian, dan persatuan.

Di dalam Alquran, buah zaitun disebut sebanyak tujuh kali yaitu dua kali zaitun itu disebut sendirian sementara lima kali disandingkan dengan beberapa buah lain seperti kurma, delima, anggur, dan tin (ara).

Dalam Alkitab, pohon zaitun disebut ditanam berkelompok membentuk hutan pada lereng-lereng pegunungan (1 Taw 27:28).

Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, Romo Aloysius Budi Purnomo bersama dengan para pemuka agama yang tergabung dalam FKUB menuturkan, delapan bibit pohon zaitun yang ditanam adalah menjadi momen memperingati penutupan momen penciptaan.

"Prof G Winarno yang dulu ikut merintis Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika menghadiahi 30 bibit pohon zaitun, dan saya mendapat bagian 10 bibit. Dari 10 bibit tersebut, delapan bibit saya tanam bersama dalam rangka kerukunan beragama bersama kawan-kawan dari FKUB. Jadi hadir di sini para pemuka dari lintas agama," kata Romo Budi, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Selain itu, lanjutnya, penanaman buah zaitun juga bertepatan dengan gerakan session of creation (momen penciptaan) dan diperingati sebagai gerakan tahunan atau annual.

Aksi menanam buah zaitun ini, kata dia, sebagai semangat persaudaraan. Maknanya, jika menabur kebaikan, kerukunan, dan persaudaraan, yakin dan percaya akan memanen juga kebaikan, kerukunan, dan persaudaraan hidup bersama.

"Pohon zaitun adalah pohon yang istimewa, yang dalam ajaran Kristianitas itu menjadi pohon kehidupan karena umurnya yang panjang, sampai ribuan tahun. Di pohon yang terletak di taman zaitun atau disebut taman getsemani itu, Yesus berdoa dalam sakratul maut dalam rangka penyelamatan umat manusia dan seluruh ciptaan," ujarnya.

Sehingga, kata dia, sangat tepat turut menanam pohon zaitun. Selain itu, ini tidak hanya dimaknai dalam konteks satu agama saja tapi bisa membawa berkah dalam rangka membawa kerukunan, kehidupan dan kebaikan bagi semua agama.

Sementara, Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan kerukunan beragama di Jawa Tengah.

"Kegiatan di pastoran Unika ini memang luar biasa, yaitu menanam pohon zaitun, yang prosesnya dilakukan oleh para pemuka lintas agama," ucap KH Taslim.

Kegiatan ini sebagai pertanda bahwa semua pihak bisa bersama-sama meneguhkan cinta bumi pertiwi dan boleh belajar bersama pada pohon zaitun yang memiliki usia yang ribuan tahun.

"Dari pohon zaitun itu secara filosofis, kita bisa belajar bahwa di bawah pohon ini kita bisa berteduh. Maka diharapkan di masa mendatang suasana kerukunan beragama di Indonesia bisa meneduhkan dan menyejukkan," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved