Breaking News:

Berita Kendal

Disdikbud Kendal Evaluasi Pembelajaran Ttap Muka di Sekolah Pekan Ini

Disdikbud Kendal kembali mengevaluasi sekolah yang sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pekan ini.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Simulasi PTM di SDN 1 Brangsong, Kabupaten Kendal, Kamis (27/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal kembali mengevaluasi sekolah yang sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pekan ini.

Evaluasi dilakukan untuk menentukan adakah sekolah yang terpaksa diberhentikan dalam pelaksanaan PTM, dan sekolah tambahan yang bisa menyelenggarakan pembelajaran langsung di sekolah.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, evaluasi dilakukan menyeluruh dari mekanisme pelaksanaan hingga protokol kesehatan yang dijalankan.

Baca juga: Polres Sukoharjo Tangkap 2 Pelaku Pencuri Pompa Air, Dijual ke Tukang Tambal Ban Rp 7 Juta

Baca juga: Demi Keruk Keuntungan Besar dari Jual BBM Subdisi, Pengusaha Ini Modif Mobil Boks Berisi Tangki

Baca juga: Hotel Naraya Bakal Dibangun di Jalan Pamularsih Semarang, Target Buka Tahun 2023

Ia tidak segan-segan akan memberhentikan PTM bagi sekolah yang tidak mematuhi ketentuan yang ada.

Semisal, memperbolehkan siswanya mengikuti pembelajaran tatap muka lebih dari 50 persen dari total siswa.

"Selama ini, PTM berjalan dengan baik. Kami kumpulkan tim untuk evaluasi menyeluruh. Apakah ada sekolah yang ditutup (pelaksanaan PTM, red) atau ditambah," terangnya, Kamis (7/10/2021).

Kata Wahyu, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat penekanan kepada setiap satuan pendidikan agar komitmen menjalankan protokol kesehatan yang telah diatur.

Saat ini Disdikbud Kendal terus memantau sekolah-sekolah yang sudah menggelar PTM terbatas. 

Kepada sekolah yang nekat menggelar PTM tanpa izin dinas, bakal diberikan teguran tegas oleh Disdikbud.

Kata Wahyu, sanksi tertulis bakal dilangkan bagi sekolah yang nekat menggelar PTM illegal.

Berupa surat teguran agar menutup pelaksanaan PTM sebelum sekolah bisa melengkapi sarana dan prasaran penunjang protokol kesehatan dengan lengkap.

Baca juga: Gus Yasin Minta Penanganan Anak Yatim Piatu di Daerah Kemiskinan Ekstrem Diutamakan

Baca juga: PT Angkasa Pura I Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling, Fokus Perhatian Pada Ibu dan Anak

Baca juga: Bakul Rujak Adiwerna Meninggal Ketiban Atap Rumah Tua

"Apabila membandel, kami koordinasikan dengan Satgas Covid-19 kabupaten agar ditindak lebih tegas. Saat ini tidak ada, meskipun pernah ada saat PPKM level 3 di Kendal. Namun sudah kita tegur," tegasnya.

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, komitmen bersama setiap sekolah penyelenggara PTM diperlukan untuk mencegah penularan virus.

Dengan itu, pembelajaran tatap muka yang mulai dilakukan bisa berjalan dengan lancar secara bertahap.

"Yang jelas, semua harus patuh pada protokol kesehatannya. Dinas terkait juga harus memantau jalannya pembelajaran di sekolah agar semua tetap dalam keadaan aman dan nyaman," tutur Sekda. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved