Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Gus Yasin Minta Penanganan Anak Yatim Piatu di Daerah Kemiskinan Ekstrem Diutamakan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta penanganan anak yatim piatu di lima kabupaten dengan kemiskinan ekstrim lebih diutamakan.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Wagub Taj Yasin Maimoen, mendampingi Wapres Ma'ruf Amin saat tinjauan vaksinasi, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta penanganan anak yatim piatu di lima kabupaten dengan kemiskinan ekstrim lebih diutamakan.

Lima kabupaten tersebut adalah, Banjarnegara, Banyumas, Pemalang, Kebumen, dan Brebes.

Hal tersebut dia ungkapkan setelah mendapat arahan dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat menggelar rapat penanganan kemiskinan ekstrem lima kabupaten di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (07/10/2021).

Gus Yasin, sapaan Taj Yasin Maimoen, mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendampingi desa untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah agar turut terlibat.

Baca juga: Polres Sukoharjo Tangkap 2 Pelaku Pencuri Pompa Air, Dijual ke Tukang Tambal Ban Rp 7 Juta

Baca juga: Demi Keruk Keuntungan Besar dari Jual BBM Subdisi, Pengusaha Ini Modif Mobil Boks Berisi Tangki

Baca juga: Geliat Usaha Pembenihan Ikan di Desa Gumiwang Banjarnegara, Tetap Eksis di Tengah Pandemi

"Karena instruksinya adalah bagaimana menangani (kemiskinan ekstrem) di lima kabupaten di bawahnya ada kecamatan, diturunannya ada desa, kami mendorong OPD yang memiliki desa dampingan di lima kabupaten tersebut. Utamanya untuk penanganan anak yatim piatu, yatim, piatu di kawasan tersebut untuk diprioritaskan," kata Gus Yasin.

Gus Yasin menambahkan, jajarannya hingga saat ini sudah melakukan assesment kebutuhan bagi anak yatim piatu korban Covid-19 di Jawa Tengah.

Menurutnya, Pemprov Jateng akan segera melakukan langkah terkait penanganan anak yatim piatu sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Misalnya pendidikan, bagaimana keberlangsungan hidup mereka, siapa yang mengasuh. Itu kita assesment semuanya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan data anak yatim piatu yang tinggal di Desa Dampingan OPD Jateng.

"Minggu ini sudah kami kirim data anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu ke masing-masing OPD," kata Imam.

Imam menjelaskan, sampai saat ini ada sebanyak 81 Desa Dampingan di Jawa Tengah yang diketahui terdapat anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu.

Baca juga: Melonjak Drastis, Jumlah Investor Saham di Kudus Naik 165 Persen Selama Pandemi‎

Baca juga: Bakul Rujak Adiwerna Meninggal Ketiban Atap Rumah Tua

Baca juga: Rektor Unika dan Unnes Bertemu Bahas Kerja Sama Riset dan Penelitian

"Kami akan koordinasi hingga sebulan ke depan terkait progres penanganan dari masing-masing OPD," tambahnya.

Diinformasikan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin optimis kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengah segera segera tertanggulangi pada akhir tahun 2021.

Hal tersebut dia sampaikan usai menggelar rapat tertutup bersama jajaran Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Selain menggelar rapat tertutup, Wapres juga meninjau sentra vaksinasi bagi masyarakat. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved