Berita Semarang

Mahasiswa Semarang Pimpin Kelompok UGM Bikin Alat Deteksi Kebuntingan Sapi Pertama di Indonesia

Mahasiswa UGM asal Kota Semarang menciptakan alat deteksi kebuntingan sapi pertama di Indonesia.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Lima mahasiswa UGM dari berbagai jurusan, yang telah menciptakan inovasi berupa alat deteksi kebuntingan sapi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lima mahasiswa yang diketuai Rohhi Unggul Laksonowati (20) pelajar asal Kota Semarang, yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, ciptakan inovasi di bidang peternakan yang belum pernah ada selama ini. 

Inovasi tersebut diwujudkan dalam bentuk prototipe, berupa alat berbasis microchip yang bisa mendeteksi kebuntingan dan birahi sapi

Bahkan alat ciptaan lima mahasiswa itu kini mengikuti ajang perlombaan karya cipta tingkat nasional dari Kemendikbud. 

Selain Rohhi, kelompok mahasiswa tersebut beranggotan Rizky Pawestri Utami (19) mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, dari Balikpapan.

Syifa Salsabila Putri Priambodo (20) mahasiswi asal Yogyakarta, yang menempuh Program Studi Teknik Biomedis UGM
 

Muhammad Thoriq Kusumo Satrio (19), mahasiswa Program Studi Teknik Biomedis UGM asal Solo.

Serta Awinda Zharfani Puspasari (20) asal Semarang, yang menempuh Program Studi Teknik Industri UGM

Digagasnya inovasi tersebut berawal dari banyaknya peternak yang mengikutkan sapi dalam Inseminasi Buatan (IB). 

Di mana untuk melakukan pengecekan selalu menggunakan cara konvensional, dan harus dilakukan oleh para ahli. 

Hal itu memicu Rohhi dan rekan-rekannya untuk menciptakan alat yang bisa digunakan oleh peternak, tanpa harus menunggu tim ahli datang memeriksa apakah sapi milik peternak benar-benar bunting. 

Alat tersebut juga tak terlalu besar, dan mudah digunakan, bahkan kelompok mahasiswa itu mengklaim keakuratan alat ciptaan mereka di angka 90 hingga 95 persen, dalam hal mendeteksi kebuntingan sapi usai mengikuti IB. 

Rohhi menuturkan ide tersebut mulai tercetus Februari lalu, dan kelompoknya menyusun proposal pada pertengahan Maret, untuk diajukan ke perlombaan karya cipta PKM UGM, yang akhirnya didanai oleh Kemendikbud pada April. 

"Kami dapat pendanaan Rp 8 juta untuk mengembangkan alat tersebut, akhirnya pengerjaan alat kami selesaikan September lalu," jelasnya kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telpon, Kamis (7/10/2021).

Dilanjutkannya, alat ciptaan kelompok Rohhin juga di perlombaan di tingkat nasional yang digelar Kemendikbud dan diikuti berbagai perguruan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved