Breaking News:

Berita Kudus

Melonjak Drastis, Jumlah Investor Saham di Kudus Naik 165 Persen Selama Pandemi‎

Jumlah investor saham dari Kabupaten Kudus mengalami peningkatan selama pandemi. Kenaikannya mencapai 165 persen.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Seseorang tengah membuka aplikasi memantau indeks harga saham gabungan (IHSG), Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Jumlah investor saham dari Kabupaten Kudus mengalami peningkatan selama pandemi.

Kenaikannya mencapai 165 persen dari yang semula berjumlah 3.243 orang pada 2019 menjadi 8.608 orang hingga Juni 2021.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah I‎, Fanny Rifqi El Fuad menyampaikan, kenaikan investor saham itu diperkirakan karena banyak warga masyarakat yang mengubah pola pendapatannya dari sektor riil ke sektor keuangan.

"‎Karena pada saat pandemi, mereka butuh alternatif investasi yang bisa memberikan return, dan risiko yang bisa diukur‎," ucapnya, dalam zoom meeting, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Inilah Sosok Rusmadi Sopir Angkot Semarang Sudah 5 Tahun Gratiskan Penumpang Tiap Hari Jumat

Baca juga: Benarkah Polda Jateng Jualan Kalender Police News di Semarang? Ini Jawaban Kombes Pol M Iqbal

Baca juga: BRI Cabang Purworejo Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Semester I 2021, Ini Daftar Pemenangnya

Apalagi saat ini, sudah banyak media sosial dan dari BEI untuk secara aktif memberikan edukasi serta informasi.

Termasuk semakin banyaknya influencer ‎yang ikut terlibat mengampanyekan investasi di pasar modal.

"Sekarang sudah banyak media edukasi yang bisa menambah pemahaman masyarakat‎. Sehingga selama pandemi berada di rumah mereka bisa belajar dari sana," ujar dia.

Tak hanya jumlah investor, kata dia, pengikut akun media sosial BEI juga mengalami kenaikan selama pandemi.

Hal itu menunjukkan, kesadaran warga masyarakat terhadap pasar modal sebagai pilihan investasi semakin lebar.

‎"Kalau sudah paham mereka akan mencoba dulu. Memang banyak mitos yang perlu dijelaskan," ucapnya.

‎Menurut dia, jumlah transaksi saham di Kabupaten Kudus juga cukup baik menjadi peringkat ketiga di Jawa Tengah setelah Kota Semarang dan Solo.

"Transaksinya di Kudus bisa mencapai Rp 1,5 triliun rata-rata per bulannya. Sedangkan Kota Semarang sebagai peringkat pertama itu transaksinya Rp 5,1 triliun per bulannya," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved