Breaking News:

Guru Berkarya

Optimalkan Ketrampilan Menulis Teks Eksplanasi dengan Audio Visual

Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 ini sudah menggunakan pendekatan berbasis teks.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dra. Ida Ayu Katrunada - Guru Bahasa Indonesia Kelas XI SMK N 1 Pemalang 

Oleh: Dra Ida Ayu Katrunada, Guru SMKN 1 Pemalang

PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 ini sudah menggunakan pendekatan berbasis teks. Salah satu pembelajaran menulis teks yang ada dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu pembelajaran menulis teks eksplanasi.

Menurut Priyatni (2014:82) teks eksplanasi merupakan teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses pembentukan atau kegiatan yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan atau budaya. Materi ini dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 4.3 Mengkonstruksi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi secara lisan dan tulis.

Siswa tidak hanya perlu untuk menguasai materi saja melainkan juga harus mempunyai keterampilan menulis. Kemampuan menulis dianggap sangat penting, karena akan sangat bermanfaat bagi siswa dalam menuangkan ide, pikiran, perasaan, dan gagasan.

Keterampilan siswa dalam menulis teks eksplanasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 1 Pemalang masih belum maksimal. Mereka cenderung kesulitan apabila diberikan kesempatan untuk menuangkan idenya melalui menulis.

Selain itu, nilai siswa dengan menulis teks eksplanasi belum mencapai KKM yang ditentukan yaitu 75. Hanya sekitar 40% dari siswa yang dapat memenuhi target nilai yang telah ditetapkan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi.  Pertama, rendahnya minat siswa dalam menulis teks eksplanasi karena kurangnya kosakata yang dimiliki siswa.

Kedua, cara mengajar guru yang masih menggunakan metode konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan pilihan media pembelajaran yang menarik, salah satunya menggunakan media audio visual.

Menurut Azhar Arsyad (2013:32), media audio visual merupakan media yang produksi dan penggunaan materinya menggunakan pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol serupa. Dapat juga diartikan sebagai media yang menggunakan indra pendengaran dan penglihatan secara sekaligus dalam suatu proses.

Ada beberapa langkah pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru. Pertama, guru harus memastikan bahwa peralatan yang akan digunakan dapat berfungsi dengan baik, seperti laptop, LCD, dan proyektor.

Kedua, guru memberikan stimulus kepada siswa. Ketiga, memastikan bahwa siswa memperhatikan dengan baik bahan yang ditayangkan (video).

Keempat, setelah selesai menayangkan video, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa terkait video yang sudah ditayangkan. Terakhir, siswa diarahkan untuk menuangkan informasi yang telah didapatkan melalui menulis.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual untuk mengoptimalkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas 11 di SMKN 1 Pemalang sudah jauh lebih optimal dari penggunaan media pembelajaran sebelumnya. Hal ini dibuktikan dari capaian ketuntasan nilai yang presentasenya meningkat menjadi 82%. Oleh karena itu, media audio visual pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat berperan penting dalam mengoptimalkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved