Breaking News:

Berita Semarang

2 Tangan Subiat Diamputasi, Cerita 7 Buruh Bangunan Semarang Kecelakaan Kerja Tanpa Jaminan

Tujuh buruh bangunan di Semarang mengalami kecelakaan kerja tanpa jaminan ketenagakerjaan.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa/alodokter
ILUSTRASI: Kecelakaan kerja 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Subiat harus merelakan kedua tangannya diamputasi.

Padahal sebagai buruh bangunan kekuatan fisik menjadi bagian terpenting yang tak bisa dipisahkan dari pekerjaannya.

Ia tak mengira, pagi itu menjadi hari kelam saat bekerja di lantai dua rumah milik Sukamino Jalan Suyodono RT 18 RW 4, Bulustalan, Semarang Selatan, Rabu (24/3/2021).

Secara tak sengaja linggis yang digunakan untuk membongkar bangunan rumah terkena kabel listrik, sekira pukul 10.30.

Ia pun terpental hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Luka bakar di kedua tangannya berakhir diamputasi di meja operasi.

Tak semudah itu, biaya ratusan juta menanti pengobatan Subiat yang tak ditanggung BPJS.

Istrinya hanya pedagang ikan yang harus menghidupi empat anak mereka yang masih di bawah umur.

Subiat tak sendirian, setidaknya data yang dihimpun Tribunjateng.com, sebanyak lima orang lainya alami kecelakaan kerja  berupa tersengat listrik di Kota Semarang di tahun ini.

Dari kejadian itu, dua orang meninggal dunia, satu cacat permanen, dan empat lainnya alami sejumlah luka bakar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved