Breaking News:

Berita Kudus

BEM UMK Kudus Tuntut Rektor Mundur, Tuding Pejabat Struktural Kampus Dipilih Atas Dasar Rasa Suka

BEM UMK menuntut rektor berikut wakil rektor I, II, dan III mundur. Tuntutan itu disampaikan saat audiensi di Pendopo Kabupaten Kudus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar

Semua tugas dijalankan Wakil Rektor IV, Achmad Hilal Madjdi.

"Tetapi dipertahankan sebagai wakil rektor, sehingga pekerjaan bidang III sangat terganggu," kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, pemilihan pejabat struktural di UMK diduga atas dasar suka dan tidak suka. Tergantung siapa yang 

disenangi Wakil Rektor I Sulistyowati, maka akan diangkat jadi pejabat struktural.

Baca juga: Capaian Nilai Ekspor Bidang Pertanian dan Kehutanan Jateng Capai Rp 50 Miliar - 120 Miliar Tiap Hari

Baca juga: Disnaker Kota Semarang Gelar Virtual Job Fair, Ada 30 Perusahaan, Ini Cara Daftarnya

"Tanpa melihat kompetensi, terbukti tes yang diatasnamakan Korn Ferry tidak terbuka dan tidak mengumumkan hasilnya sehingga tidak ada satupun peserta yang tahu hasilnya selain panitia, jadi yang diangkat bukan yang terbaik tetapi terserah yang berkuasa atau bukan yang kompeten. Tes hanya alat untuk mengelabuhi senat fakultas atau senat universitas," kata dia.

Manajemen UMK Harus Diperbaiki

Dalam kesempatan audiensi tersebut, BEM UMK ditemui oleh Bupati Kudus HM Hartopo dan Ketua Yayasan UMK, Wahyu Wardhana.

Menurut Hartopo, manajemen UMK harus diperbaiki. Ungkapan yang keluar dari orang nomor satu di Kudus itu setelah mendengar keluhan berikut tuntutan dari para mahasiswa.

Dalam kesempatan itu ada seorang mahasiswi yang mengungkapkan jika dia mengalami intimidasi dari Wakil Rektor I.

Bahkan dia tidak diluluskan dalam mata kuliah yang diampu oleh wakil rektor tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved