Breaking News:

Berita Internasional

Donald Trump Disebut Berusaha Halangi Kesaksian dalam Penyelidikan Kerusuhan di Gedung Capitol

Donald Trump disebut berusaha menghalangi kesaksian dalam kerusuhan di Gedung Capitol.

NBCC
Massa pendukung Donald Trump menguasai Gedung Capitol untuk menggagalkan kemenangan Joe Biden, Rabu (6/1/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Donald Trump disebut berusaha menghalangi kesaksian dalam kerusuhan di Gedung Capitol.

Kerusuhan tersebut terjadi pada 6 Januari 2021 lalu.

Presiden ke-45 AS itu melarang empat pejabatnya untuk bersaksi dalam penyelidikan Kongres AS, demikian sejumlah media AS mengabarkan.

Baca juga: Suami Istri Temukan Berlian Kuning 4,38 Karat, Awalnya Dikira Batu Biasa

Mereka berempat adalah mantan penasihat Trump yang bernama Mark Meadows, Kash Patel, Dan Scavino, dan Steve Bannon.

Laporan yang dipublikasikan Politico dan Washington Post muncul beberapa jam setelah Senat AS mengeluarkan temuannya.

Mantan Presiden AS Donald Trump
Mantan Presiden AS Donald Trump (AFP/Josh Edelson)

Dalam laporan itu, terungkap Trump berusaha menekan Kementerian Kehakiman AS agar membalikkan kekalahannya lawan Joe Biden di Pilpres AS November 2020.

Pengacaranya berkilah, keempat penasihat itu dilindungi oleh hak istimewa eksekutif, dan keistimewaan jaksa-klien.

Komisi khusus Kongres AS dibentuk untuk menyelidiki kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari, atau saat parlemen memutuskan kemenangan Biden.

Tim itu berupaya menggali keterkaitan antara mantan presiden dengan pendukungnya yang nekat memasuki Capitol.

Pada saat insiden, Meadows menjabat sebagai kepala staf Gedung Putih, sementara Scavino fokus kepada media sosial bosnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved