Breaking News:

Guru Berkarya

Gambar Sederhana Tingkatkan Kemampuan Wudu

Media pembelajaran memiliki peran yang begitu signifikan di dunia pendidikan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ety Mutiati SPdI, Guru SD Negeri Sidayu Kec Bandar Kab Batang 

Oleh: Ety Mutiati SPdI, Guru SD Negeri Sidayu Kec Bandar Kab Batang

MEDIA pembelajaran memiliki peran yang begitu signifikan di dunia pendidikan. Media pembelajaran menjadi salah satu modal utama seorang guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif.

Menurut Reiser dan Dempsey (2012), media pembelajaran merupakan peralatan fisik untuk menyajikan pembelajaran kepada peserta didik. Media pembelajaran modern maupun konvensional mempunyai perannya masing-masing dalam keberhasilan suasana belajar di kelas.

Media pembelajaran modern menggunakan alat peraga dengan memanfaatkan media elektronik, seperti perangkat komputer, internet, LCD, dan lain sebagainya. Sedangkan media konvensional lebih mengarah kepada penggunaan bahan sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai guru, pemilihan media harus sesuai dengan materi yang diajarkan. Pada materi tata cara wudu kelas 2 Sekolah Dasar ini, guru berinovasi menggunakan media gambar sederhana. Pemilihan media ini dimaksudkan agar peserta didik lebih mudah menyerap materi pembelajaran yang disampaikan guru.

Fakta yang ada di SD Negeri Sidayu adalah kurangnya ketertarikan peserta didik dengan materi pembelajaran yang disampaikan tanpa alat peraga. Akibatnya, hasil belajar peserta didik pun tidak sesuai yang diharapkan.

Beberapa peserta didik masih terbalik ketika ditanya urutan wudu. Penggunaan media yang tepat diharapkan akan menjadikan peserta didik lebih bersemangat dan mudah memahami materi wudu.

Pada materi tata cara wudu, media gambar efektif digunakan karena peserta didik dapat melihat langsung tata cara berwudu dengan bantuan alat peraga berupa gambar sederhana. Menurut Daryanto (2011) media gambar memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan yang rumit, dan harganya relatif murah.

Kemudian gambar dapat dipergunakan dalam banyak hal untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. Gambar juga dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik.

Dengan banyaknya kelebihan dari media gambar, media ini dapat menjadi alternatif pemecah masalah kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran. Media gambar sederhana tentang tata cara wudu dilengkapi dengan keterangan di masing-masing kegiatan yang dapat memudahkan guru menjelaskan secara maksimal kepada peserta didik. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi guru karena materi yang disampaikan menjadi lebih terarah.

Penerapan media gambar sederhana dalam pembelajaran dilaksanakan sebagai berikut. Pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, peserta didik mengamati gambar yang sudah disiapkan guru.

Ketiga, guru meminta peserta didik menirukan pada gambar. Keempat, guru memberi penguatan pada peserta didik.

Jika yang peserta didik praktikkan masih keliru, guru bisa memberi tahu cara yang benar. Jika sudah benar, guru bisa memberikan apresiasi. Ketujuh, guru melakukan evaluasi bersama.

Media gambar sederhana efektif diterapkan pada pembelajaran tata cara wudu. Peserta didik lebih mudah dalam memahami urutan wudu dan mampu mempraktikkannya dengan benar.

Peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) juga meningkat. Media gambar ini membuktikan inovasi tidak selalu terbatas pada pemanfaatan teknologi atau modernitas semata. Kemudahan dan kenyamanan juga menjadi hal penting yang perlu dipertimbangakan dalam memilih media pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved