Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Gus Baha Masuk Bursa Ketua PBNU Saingi Said Aqil

Ulama kharismatik Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

jatim.nu.or.id
Gus Baha 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Ulama kharismatik Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal itu terungkap lewat survei Indostrategic.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam, menyebut Gus Baha menempati urutan keempat. Ia menempel ketat kandidat petahana Said Aqil Siradj.

"KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini, lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha 12,4 persen," kata Umam seperti dikutip CNN, Kamis (7/10).

Survei itu dilakukan pada 23 Maret- 5 April 2021. Survei melibatkan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki ambang batas kesalahan 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Umam menyampaikan kemunculan Gus Baha dalam bursa itu menunjukkan keinginan warga NU untuk regenerasi kepemimpinan. Selain itu, Baha juga dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang luntur beberapa waktu terakhir.

Dia juga berpendapat kemunculan Baha dalam bursa ketua umum PBNU dipengaruhi dinamika media sosial. Ia menilai popularitas Baha di medsos mampu menarik simpati sebagian warga Nahdliyyin.

"Media exposure Gus Baha di berbagai chanel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga Nahdliyyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur," tuturnya.

Lebih lanjut, Umam menyampaikan sebagian warga Nahdliyyin menghendaki suksesi ketua umum PBNU. Salah satu penyebabnya adalah gaya kepemimpinan Said Aqil yang cenderung lekat dengan politik praktis.

"Akibatnya, peran PBNU sebagai Islamic-based civil society menjadi kurang optimal. Misalnya, terkait wacana kebijakan publik amandemen UU KPK hingga penyelamatan 57 pegawai senior KPK, sikap dan keberpihakan PBNU kurang jelas," ujar Umam.

Said Aqil Kunjungi Pesantren

Di sisi lain, jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) pada 23-25 Desember mendatang, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mulai bersafari ke sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur.

Kunjungan ini dilakukan di tengah ramainya isu yang menyebutkan bahwa ia akan kembali mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, tiga periode.

Dengan didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Said berkunjung ke Pesantren Lirboyo Kota Kediri, dan Pesantren Al-Falah di Ploso di Kabupaten Kediri. Setelahnya, ia juga berziarah ke makam para pendiri dan tokoh NU di Jombang, yakni di Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, dan Pesantren Tambak Beras.

"Ziarah kubur itu merupakan prinsip saya, saya kemana-mana masuk daerah kalau ada makam aulia pasti ziarah, apalagi ke pendiri NU," kata Said, Kamis (7/10).(cnn)

Baca juga: Indonesia Peringkat Ke-5 Negara dengan Capaian Vaksinasi Terbanyak di Dunia

Baca juga: Not Angka Pianika Stephanie Poetri I Love You 3000 Baby Take My Hand

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Buku Tematik Kelas 6 Pada Halaman 161 162 165

Baca juga: 53 Migran Tewas saat Berusaha Masuk AS Lewat Hutan Panama yang Disebut Paling Berbahaya

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved