Breaking News:

Pendidikan

Taufiqurrahman Sebut Kuliah Tatap Muka Butuh Dukungan Masyarakat

Taufiqurrahman SE mengatakan, pembelajaran di kampus akan mengikuti regulasi.

Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ilustrasi. Vaksinasi mahasiswa Universitas Muria Kudus di RST Kartika Husada, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Kepala Bagian Tata Usaha, Sekretariat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDikti), Taufiqurrahman SE mengatakan, pembelajaran di kampus akan mengikuti regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Terkait hal itu, tentu keputusan bersama empat menteri akan menjadi rujukan bagi semua kementerian, ya, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek),” ungkapnya saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (7/10/2021).

Dia mengatakan, gelaran kuliah tatap muka wajib memperhatikan keputusan bersama tersebut, misalnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan tersedianya fasilitas kesehatan yang menunjang di kampus.

Pihaknya juga menyambut baik instruksi Gubernur DIY yang memperbolehkan melakukan uji coba untuk pembelajaran tatap muka terbatas, dengan maksimal 50 persen daya tampung.

“Biar peserta didik juga segera mendapatkan kesempatan belajar tatap muka. Mereka sudah cukup lama tidak kuliah tatap muka,” bebernya lagi.

Taufiq menambahkan, dari sisi penyelenggara pendidikan wajib melakukan upaya penyiapan sarana dan prasarana kesehatan yang diperlukan.

Pengaturan kembali jadwal dan penentuan siapa yang paling diutamakan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka harus segera diatur agar tidak rumit ke depannya.

“Hal ini tentu harus mendapatkan dukungan semua pihak agar tidak berdampak negatif dengan munculnya kasus baru,” papar Taufiq.

Maksud dukungan banyak pihak, kata dia, adalah dukungan masyarakat setempat terkait lingkungan tempat tinggal mahasiswa hingga usaha kuliner.

Hal itu juga berkaitan dengan kemudahan bagi perjalanan mahasiswa dari tempat asal menuju Yogyakarta.

“Misal, persyaratan vaksin untuk melakukan perjalanan, mengingat masih ada beberapa daerah yang mungkin belum mendapatkan vaksinasi, maka itu harus dipastikan dulu bagaimana mendapat vaksinnya,” jelasnya.

Dia berharap, semua bisa berjalan sinergi dan saling mendukung untuk mewujudkan kuliah tatap muka yang baik dan aman.

Dengan begitu, roda perekonomian dapat bangkit kembali, dengan tetap terjaganya kesehatan masyarakat.

“Tentu, semua PT (perguruan tinggi) harus menyiapkan diri dan bekerja sama dengan gugus tugas setempat yang mempunyai otoritas untuk menentukan kelayakan atau kesiapannya kuliah tatap muka,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved